Unplanned is a plan

Hai…

Kembali dengan diary MS yaaa. 

Sudah 3.5 bulan sejak saya dinyatakan terkena Multiple Sclerosis (MS), sudah sekitar 6 bulan semenjak saya mendapat serangan pertama. Ketika awal-awal saya terdiagnosa MS, yang ada hanya rasa khawatir dan cemas. Setiap literatur mengenai MS yang saya baca pasti isinya menyeramkan. Mayoritas berisi bagaimana cepatnya seseorang akan kehilangan abilitas fisik dan pikir ketika terkena MS. Literatur yang saya baca pun kebanyakan dari luar negeri (karena memang MS adalah penyakit yang banyak diderita orang-orang di negara 4 musim/sub tropik – kasus di Indonesia konon masih sangat sedikit). Ketiadaan literatur dalam negeri membuat saya semakin khawatir, bertanya-tanya “ada ga sih orang Indonesia yang survive, hidup normal sebaga penyandang MS? Apakah semua harus berakhir dengan kelumpuhan?”

Di tengah kekhawatiran tersebut, gejala MS saya timbul tenggelam. Meskipun saya menggunakan rebif (suntik interferon), ternyata kadang tangan saya masih keram. Kepala sering sakit. Sulit bagi saya untuk membuat rencana, karena saya ga tahu apakah besok atau lusa saya bisa bangun dalam kondisi segar. 

Lalu saya mulai mengganti strategi mencari sumber bacaan mengenai MS. Tidak lagi dari jurnal akademis, saya beralih ke youtube. Alhamdulilllaaah, ternyata di Youtube banyak juga video-video mengenai MS. Tips trik dan kesaksian dari orang-orang yang berhasil survive. Dan yang lebih keren lagi, video tersebut bukan jualan produk hahaha (soale klo di Indonesia, kalo ada blog/video tentang autoimun – buntut2nya jualan suplemen). Dari semua video yang saya lihat, diet merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keganasan autoimun. Intinya sih, puasa (seperti puasa umat muslim) dinilai mampu mengurangi keganasan autoimun, sehingga serangan dapat berkurang. Begitu juga dengan meat dan saturated fat, yang disinyalir ‘memberi makan’ autoimun – membuatnya menjadi ganas. Jadi hampir satu bulan ini, saya mengurangi konsumsi daging dan memperbanyak sayur dan buah. Video yang saya tonton banyak menunjukkan bahwa pasien MS bisa hidup normal dengan diet, istirahat yang cukup dan ga stres. Agak lega yaaa. Alhamdulillah. Semangat.

Penelitian juga menunjukkan bahwa tanaman-tanaman Indonesia banyak yang mengandung zat anti inflamasi dan anti virus. Dari grup whatsapp MS, saya mendapat wawasan bahwa air rebusan binahong dapat mengurangi tremor sekaligus juga semacam membunuh virus ya. Jadi karena merasa ga ada salahnya, saya mulai rajin minum air rebusan binahong, pagi dan sore. Entah karena efek binahong, atau karena apa – keram dan kesemutan saya berkurang. Saya juga selalu minum temulawak untuk mengurangi inflamasi – jika memang masih ada luka di sistem syaraf saya yang diserang autoimun.

Lalu, saya juga mempelajari bahwa beberapa penderita MS sangat sensitif terhadap gelombang elektromagnet. Nah iniii, saya udah aware banget bahkan jauh sebelum didiagnosa MS, bahwa saya sering merasa nyetrum/disetrum. Setelah membaca literatur tersebut, saya mulai ngerti bahwa gelombang seperti radiasi HP dan utamanya wifi (haduh hari gini wifi kan dimana-mana), membuat autoimun saya aktif. Solusinya adalah sekarang sebisa mungkin ga ada kabel yang terolor2 – tertancap tapi ga terpakai. Kalo ada kabel olor demikian harus langsung dicabut biar ga mengeluarkan “dirty electric” – nama sainsnya. Wireless phone dan wifi juga saya matikan kalau tidak dipakai. Padahal sebelumnya wifi tuh nyala 24 jam di rumah. Laptop juga ternyata ngaruh banget bikin syaraf ngilu.

Kejadiannya baru aja dua hari kemaren, karena ada deadline kerjaan jadilah saya begadang sehari semalam di depan laptop. Istirahat cuma kalo makan dan sholat. Eh ke toilet juga deh. Trus setelah slesai kerjaan, submit email lalu saya keluar rumah. Baru keluar pager udah lemes, trus baju kok bunyi kresek – kresek. Pas buka pintu mobil kok saya kesetrum (atau nyetrum ya). Jadilah saya berkesimpulan kalo tegangan saya lagi tinggi hiks. Saya berasa kaya villain di spiderman yang bisa ngeluarin listrik gara-gara disetrum belut. Hahaha.

Ga jadi pergi dong. Akhirnya saya mandi trus naro sebaskom air di kamar – karena kata suami air di kamar bisa mengatur kadar kelembapan kamar dan ion. Ya semacam purifier alami deh. Matiin semua wifi dan aliran listrik yang ga kepake. Minum temulawak dan tidur. Alhamdulillah kresek2 pergesekan baju saya dan badan (yang mengandung listrik) sudah hilang. Tinggal pusingnya yang belom. Semoga hari ini bisa sembuh. Aamiin.

Masih banyak hal yang perlu saya pelajari tentang diri saya terkait MS. Namun saya masih semangat bahwa insya Allah saya masih bisa hidup normal dan berencana. Yang sekarang saya bisa lakukan adalah berusaha selegowo mungkin agar ga stres. Saya masih banyak diberi Allah anugrah. Kalau saya tilik di grup whatsapp MS, banyak rekan-rekan yang saat ini terbaring sakit. Sementara saya masih bisa melakukan berbagai aktifitas dan ngantor. Mungkin MS adalah cara Allah mengingatkan saya agar tidak terlalu cape. Mungkin untuk saat ini unplanned is the best plan.

Bismillah πŸ™‚ 

Advertisements

4 thoughts on “Unplanned is a plan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s