My injection

Steroid dan vitamin B12 adalah obat yang saya konsumsi untuk mengatasi MS. Steroid berguna untuk menyembuhkan radang, dan vitamin B12 (Mecobalamin) berguna untuk memperbaiki saraf-saraf yang rusak.

Steroid konon obat dewa, dipakai untuk berbagai kegunaan, termasuk doping atlet. Namun efek pemakaian jangka panjangnya kurang baik. Pemakaian steroid juga ga bisa tiba-tiba berhenti. Harus ada proses pengurangan bertahap. Sebelum opname, saya pakai steroid 4mg perhari. Kemudian tappering turun hingga berhenti sama sekali selama seminggu. Eh tapi kemudian saya relaps dan harus diopname. 

Ketika opname, steroid diberikan dalam bentuk infus sebanyak 1 gram sehari. Hoho dosis tinggi. Efek steroid sih katanya bikin kulit halus. Namun juga membuat facemoon (muka menjadi bundar) dan gendut karena steroid meretensi cairan. Emhhh iya bener. Muka aku sekarang bulet hehe. Keluar RS, saya masih dapat steroid minum, dengan dosis 16mg perhari. Namun mbuhlah, rasa ngilu di badan masih kunjung hadir, ga mau pergi. Hiks.

Lalu selain dua obat tersebut, oleh-oleh obat baru yang saya harus pakai di rumah adalah Rebif. Obat ini mahaaaalll banget. Dipakai dengan cara disuntikkan di perut (atau tempat-tempat berlemak lainnya), seminggu tiga kali. Dan obat ini harus dipakai terus untuk mencegah kekambuhan. Hiks. Sedihnya adalah, obat ini cuma mencegah kambuh. Itupun peluangnya cuma 30%. Bukan untuk menyembuhkan. Dan yak sekali lagi, mahal. Satu suntikan adalah 1.4 juta. Jadi untuk sebulan, harus dipersiapkan dana sekitar 16 juta. BPJS ga menanggung obat ini. Semoga ke depannya BPJS bisa mengcover obat ini. Agar lebih banyak pasien MS yang bisa menggunakannya. Saya termasuk beruntung karena dicover kantor suami. Alhamdulillah.

Bicara tentang suntik. Saya tuh agak parno sama darah. Makanya kalo ada jarum suntik untuk ngambil sampel darah, saya sering panik banget. Ketika dokter bilang obat Rebif bentuknya suntikan yang harus disuntik sendiri di rumah, saya yang langsung: “Oh man… ini cobaan apa lagi..” Haha.

Tapi sebagaimana pepatah Jawa; witing tresno jalaran soko kulino.
Lama-lama terbiasa. Alhamdulillah saya sudah bisa menyuntik Rebif sendiri, dan ternyata ga sesakit yang saya bayangkan. Sama sekali ga sakit deng. Mungkin efek lemak yang menggumpal di perut ya haha. Semoga saya ga kambuh-kambuh lagi yaa.

27 Mei 2016

Hampir seminggu saya keluar dari RS. Masih ada lima tablet obat steroid minum, yang brarti jatah lima hari ke depan. Terus terang, saya mulai patah hati karena rasa sakit di kepala dan tangan kiri kembali datang lagi. Alhamdulillah sakit di leher belakang sudah berkurang. Tapi ya gitu deh, kabut dan kesemutan di kepala, rasanya masih terus ada. Kemampuan mikir yang susah-susah masih sangat terbatas. Kaki kiri juga masih kaku untuk melangkah.

Saya masih belum bisa nyetir jauh-jauh. Selain karena kuatir kecapean, juga karena kuatir atas judgement spasial dan keseimbangan saya yang masih kurang oke. 

Semoga segera sembuh dan pulih. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s