Ceritanya

Ternyata dalam keadaan Relaps begini, membuka laptop dan menuliskan apa yang ada di benak adalah hal yang sulit saya lakukan hehe. Anyway, i’ll try my best to pouring my story about MS.

Senin, 16 Mei 2016 adalah hari yang kurang baik menurut versi saya. Pada hari tersebut, saya bertemu lagi dengan Dokter Rocksy – Spesialis syaraf di RS Siloam Karawaci. Pertemuan kami dijadwalkan untuk membahas hasil Tes MRI 3 Tesla yang saya lakukan hari Sabtu, 14 Mei 2016. Dokter Rocksy menyatakan bahwa, tegak diagnosisnya saya terkena Multiple Sclerosis (MS). Sebuah penyakit autoimun, yang menyerang myelin. Mengenai MS dapat dibaca secara komprehensif di Website MS.

Sedih? Iya. Sejujurnya sedihnya sudah mulai sejak Bulan Maret sih, ketika pertama kali Dokter Pinzon – Spesialis syarat di Jogja menyatakan saya sebagai suspek MS. Setelah mendengar diagnosis dari Dokter Pinzon, saya browsing sana-sini mengenai MS, dan hasilnya adalah patah hati. Patah hati karena penyebab MS hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti, sehingga penanganannya juga hanya sekedar pencegahan. Juga patah hati karena MS konon bisa mengurangi kemampuan penderitanya; bisa kemampuan pikir, bicara, motorik, dll tergantung bagian myelin mana yang diserang. Tapi waktu itu saya masih denial, toh Dokter Pinzon sendiri yang bilang, bahwa selama saya belum menemui Dokter Rocksy dan MRI 3 Tesla, maka diagnosis MS masih bisa salah. Dan Lalalala yeyeyeye, saya menganggap enteng masalah. Rujukan Dokter Pinzon untuk ke Siloam Karawaci tidak saya tindaklanjuti hingga hampir dua bulan. Pokoke aku tuh sehat.

Demikianlah saya, sombong.

Hingga akhirnya saya bisa meluangkan waktu bertemu Dokter Rocksy di Karawaci. Entah karena MRInya yang lebih canggih ketimbang di Jogja, atau memang karena autoimun saya merusak lagi, Dokter Rocksy menemukan 2 lesi (luka) baru yang sebelumnya tidak terlihat di hasil MRI Jogja. Juga kemudian ditemukan lesi-lesi baru dan lama tersebut dalam keadaan aktif (radang). Pantesan belakangan ini saya merasa letih dan keram kepala lagi. Ndilalalahnya lagi-lagi berbarengan dengan mens sehingga kembali saya mengiranya keram dan kesemutan tersebut adalah akibat mens. Duh.

Dokter Rocksy meminta saya untuk opname hari itu juga, agar bisa diinjeksi steroid dosis tinggi untuk menyembuhkan radangnya, juga penatalaksanaan obat lainnya seperti suntik interferon.

 

Dan the whole world like crumbling.

INI SERIUS GUE KENA MS? Woi. BECANDA!

Padahal hari Senin itu saya berangkat ke RS bersama dua adik, dalam keadaan merasa sehat (ya memang keram kepala sih, tapi ga terpikirkan untuk bakal langsung opname) dan berencana nongkrong-nongkrong cantik di Benton Junction sepulang dari RS. Tapi ternyata semua tinggal rencana, malah berakhir dengan mereka nemenin saya nyari kamar rawat inap. Hiks.

Dan demikianlah separo hari Senin saya berakhir. Jam 4 sore, saya dapat kamar. Adik-adik saya pulang ke rumah, untuk malamnya kembali lagi membawakan pernak-pernik menginap saya.

 

Kesendirian itu terkadang racun yang kejam

 

Sendirian di kamar, berusaha memahami mengenai kondisi saya yang ternyata serius, saya secara resmi menangis.

 

Ini berat, Ya Allah.

Kenapa saya? Masih banyak hal yang harus saya lakukan, yang ingin saya lakukan.

Masih banyak orang yang harus saya perhatikan, harus saya rawat, harus saya jaga. Mengapa justru Engkau meletakkan saya dalam posisi tidak berdaya.

Ya Allah.

 

 

Pentingnya Support Sistem Keluarga

Untungnya saya dikelilingi orang-orang yang peduli dan menyayangi saya. Saya sempat membaca, beberapa kisah penderita MS yang diabaikan oleh keluarga dan orang-orang terdekatnya. Mereka berjuang sendiri. Alhamdulillah Allah sayang saya, saya diberi nikmat untuk berjuang ditemani orang-orang terdekat. Ibu dan ayah yang tidak pernah lupa mengingatkan saya untuk berdoa, dzikir dan mendengarkan Al-quran. Cyla dan Rayhan yang senantiasa menghibur dengan ocehan dan whatsapp-whatsapp konyolnya. Kakak, adik, saudara dan teman-teman, yang saya larang mereka untuk menjenguk kerena kepala saya pusing liat keramaian – namun doa mereka tidak pernah putus disampaikan kepada saya. Dan yang terpenting, Lelaki yang senantiasa berada di sisi saya, fisik dan mental – Surya Anindita.

Mas Surya yang setiap saat memompakan semangat dan perhatian, mendengarkan amarah dan kicau kekecewaan saya. Mas Surya yang tidak pernah lupa meminta saya untuk mengingat Allah dan berserah diri pada Allah. Mas Surya yang selalu memenuhi kebutuhan saya. Alhamdulillah Allah masih berkenan memberi saya pendamping hidup yang seperti Mas Surya. Anugerah terbesar bagi saya.

 

Sabtu, 21 Mei 2016

Kondisi saya membaik. Meskipun sistem keseimbangan tubuh saya masih belum sembuh benar (Semoga bisa sembuh dengan cepat. Aamiin), daya pikir masih rendah (akibat luka di bagian otak, ini juga semoga cepat membaik), dan beberapa keluhan lain, Alhamdulillah kondisi saya membaik. Semoga ini adalah kambuh terakhir, seumur hidup saya. Aamiin.

Sebelum keluar RS, Dokter Rocksy memberi info mengenai adanya forum MS di grup Whatsapp. Awalnya saya malas bergabung, kuatirnya malah tambah sedih liat orang-orang senasib. Eh ternyata mereka adalah orang-orang kuat. Percakapan saya dengan rekan-rekan di grup tersebut cukup melegakandan memotivasi. Semua sepakat bahwa hanya diri sendiri yang bisa mengobati MS, dengan cara berbahagia dan nrimo.

FYI, Dokter Rocksy juga termasuk dokter yang sangat suportif dan memotivasi. Intinya dokter bilang, harus happy, Insya Allah bisa terkendali agar tidak kambuh autoimunnya.

 

Ya Allah, aku berserah padaMu. Mungkin ini adalah peringatan dari Mu karena cukup lama aku lupa bersyukur dan mendekat padaMu. Terimakasih masih memberiku peringatan. Terimakasih juga semua pengalaman ini membawa kesadaran bahwa BETAPA BESAR NIKMATMU pada kami ya ALLAH. Jika kau cabut saja, satu nikmat itu, seperti yang terjadi pada myelinku, seluruh dunia ini terasa runtuh. ALLAHUAKBAR. Semoga hal ini menjadikan aku umatmu yang selalu bersyukur dan tawakal.

 

Ya Allah. Sembuhkanlah aku. Angkatlah penyakitku ini. Aamiin.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s