Kisah Mie Dog-dog

Awalnya dari khayalan belaka, berharap ada abang mie dog-dog lewat di depan apartemen. Namun apalah khayalan itu, cuma bunga pikir menjelang tidur, ketika rindu akan kampung halaman. Ga akan ada abang mie dog-dog jualan di Leeds. Hiks.

Lalu khayalan tentang mie dog-dog serta merta melejitkan kenangan tentang Bapak, partnerku menanti bang Mursid si tukang mie dog-dog. Mie goreng pedas tanpa sayur untukku, mie godog tanpa kecap untuk bapak. Asupan karbohidrat tingkat tinggi pada pukul 9 malam. Ckckck, kami berdua memang tak paham konsep diet.

Namun kini semua tinggal kenangan. Jikapun nanti aku kembali pulang, tidak ada lagi Bapak yang akan menemaniku menunggu mie dog-dog.

Selamat jalan Bapak, semoga Allah lapangkan kuburmu, hapuskan dosa-dosamu. Maafkan anakmu yang sering ngeyel ini. Maafkan kami tidak ada di saat-saat terakhirmu. Doa kami selalu untuk Bapak. Aamiin.

ALLOHUMMAGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WAR HAMHUMAA KAMA RABBAYAANII SHAGIIRAA

Leeds, 3 Februari 2015

2015/02/img_4524.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s