That we are different..

Hampir tiga bulan saya tinggal di inggris. Banyak (namun rasanya akan lebih banyak lagi) hal baru yang saya lihat. Yang paling menarik perhatian saya salah satunya tentang toleransi terhadap perbedaan.

Jika saya hendak cerita tentang keadaan di Inggris (atau minimal di Leeds deh, takutnya ini bukan fenomena negara melainkan fenomena kota hehehe), tentu saya juga harus cerita keadaan di Indonesia menurut perspektif saya, untuk memberi gambaran mengapa hal ini menarik bagi saya.

Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku, kepercayaan, agama, ras, dan lain- lain. Dengan latar belakang yang demikian bergama tersebut, mestinya Indonesia menjadi negara yang lebih toleran terhadap perbedaan. Namun sejarah membuktikan bahwa Indonesia rentan sekali terpecah belah karena perkara perbedaan tersebut. Mungkin karena Indonesia disusupi politik devide et impera sejak dulu, juga mungkin karena legacy imperialisme dan pemerintahan status quo yang menuntut warganya untuk bicara dan berwacana dalam satu koridor saja yang sesuai dengan tujuan pemimpin saat itu. Jika berbicara di luar koridor atau perspektif yang disediakan, maka dianggap sebagai musuh. Demikianlah saya kira alasan Indonesia sulit menerima perbedaan pendapat.

Kemudian saya berkesempatan tinggal di kota Leeds, United Kingdom. Dari hasil observasi dan pengalaman selama di Leeds, saya menemukan bahwa kota ini (terutama penduduk asli Inggris) sangat ramah. Tadinya saya sempat khawatir karena berjilbab saya akan mendapati masalah rasis, ternyata tidak. Oh iya Ingris disebut sebagai negara yang tingkat toleransi rasialnya paling tinggi (baca di sini). Jadi kekhawatiran saya tidak terbukti. Saya sering banget disapa masyarakat sekitar yang orang inggris kalau sedang jalan ke kampus (kalau di sekitar rumah saya tidak banyak orang lokal inggrisnya karena saya tinggal di kantong pemukiman muslim IPB = India Pakistan Bangladesh). Kalau sedang menenteng sepeda (karena kontur Leeds yang berbukit-bukit membuat genjot sepeda jadi harus dicampur dorong hehehe) saya sering disapa “very long hills ya?” atau “take care it is slippery” atau “be carefull, darling” atau “Hallo”, oleh orang-orang yang tidak saya kenal. Sangat ramah.

Juga untuk perkara beribadah, sangat toleran. Mungkin karena di sini menganut sistem sekuler kali ya, jadi mereka ga terlalu mencampuri kepercayaan masing-masing orang. Saya berjilbab masuk gereja karena mau nonton paduan suara ya mereka senang-senang saja dan menyambut ramah.  Dalam beribadah di satu mesjid, saya juga menemukan banyak sekali perbedaan tatacara. Ada yang sedekapnya di dada, di perut, duduk tahiyat akhirnya miring, ada yang tahiyat akhirnya duduk lurus seperti tahiyat awal, pokoknya bervariasi. Membuat saya berfikir, ini kalau di Indonesia terjadi beda-beda begini, mesti udah perang nih. (Saya berani bilang begitu karena saya membandingkan dengan pengalaman saya di Flores NTB. Ketika itu kelompok ekspedisi kami dikepung warga karena rekan Katolik beribadah di gereja Protestan, kami dianggap sebagai penyusup yang mau menyebarkan doktrin tertentu. Halah).

Kemudian untuk perbedaan pendapat, di sini juga merupakan hal yang biasa untuk bersebrangan pendapat. Masing-masing boleh memberikan antitesisnya. Dan setelah selesai semua debat itu, mereka tetap berteman. Fenomena yang agak sulit ditemui di Indonesia. Menengok pilpres tempo hari, dua kubu berdebat namun debatnya bukan dengan memperkuat evidence untuk mendukung pendapatnya, melainkan mencari-cari kesalahan dan menjatuhkan pihak seberang. Sedih.

Dan hari ini saya dengar dagelan lagi KPK versus Polri. Tuhan semua intrik ini persis nonton drama saeguk korea. Masalahnya korea sudah meninggalkan semua intrik itu bertahun – tahun lalu dan mereka sudah tumbuh menjadi negara kuat. Sementara Indonesia masih bergulat saja dengan wacana demikian.

Dari jauh saya berdoa, semoga Indonesia semakin kuat. Semoga segera menghilangkan sifat insecure-nya atas perbedaan. Seperti kata Will smith ya (kalo ga salah), “We agree to disagree..”

Cheers

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s