Leeds – 1

Hai, sudah sebulan lebih saya tiba di Leeds, masih belum terhubung sepenuhnya dengan kota baru ini. Seperti link yang pernah saya baca, tinggal di luar negeri akan sangat berbeda jadinya dengan berwisata ke luar negeri, karena menetap atau tinggal akan menampilkan ‘devil and angel side’ of the city/ country.

Okay jadi saya mulai dari mana ya?

Dari kedatangan?

Saya memilih landing di Bandara Manchester ketimbang Leeds.

Pertimbangan pertama, biar skalian jalan-jalan hehehe. Okay, done.

Pertimbangan kedua, maskapai yang terafiliasi dengan kartu ISIC (international student), salah satunya adalah QATAR. Dengan kartu ISIC, saya mendapat harga student yang sangat murah dan bagasi yang lebih besar. Sebagai perbandingan, Garuda dan KLM ke manchester mematok tarif 800-1000 USD dengan bagasi 20 kg dan hanya boleh 1 pieces. Qatar harga normal juga sekitar 800 USD, namun dengan kartu ISIC saya cukup membayar 571 USD dan mendapat bagasi 30kg. Sayangnya Qatar tidak punya penerbangan ke Leeds, hanya ada ke Manchester. Tapi gapapa karena kembali lagi ke alasan pertama: skalian jalan-jalan.

Pertimbangan ketiga, imigrasi dan bagasi. Sebenarnya saya bisa juga pilih landing di London (kalau rencananya mau jalan-jalan), namun berdasarkan pengalaman rekan2, imigrasi di Bandara London sangat ketat dan ribet. Bagasi akan benar2 diperiksa dan disita jika ada yang tidak berkenan, misalnya daun2an dan dairy. Padahal sebagai calon anak kost internasional, isi koper saya akan penuh makanan aneh2 yang rentan disita, seperti dendeng, abon, bumbu pecel, sambel abc, dll. Termasuk juga daun salam, kunyit, lengkoas, dll titipan rekan saya :’)
Jika lewat London dan apes tentunya barang2 tersebut akan berakhir di tong sampah imigrasi. Namun karena saya lewat manchester, tidak ada pemeriksaan bagasi sama sekali. Masih lebih ketat pemeriksaan di bandara changi ketimbang di manchester 😀

Teruuuss, Leedsnya gimana?

Leeds itu ternyata disebut kota pelajarnya Inggris, sebagaimana Adelaide disebut sebagai kota pelajarnya Australia, Yogyakarta kota pelajarnya Indonesia. Saya juga ga tau kenapa. Mungkin karena ada beberapa universitas di sini. Impak dari sebutan kota pelajar ini adalah harga-harga makanan dan sewa rumah yang relatif lebih murah dibanding kota-kota lain di Inggris. Jadinya beberapa rekan yang kuliah di kota-kota sekitar Leeds lebih memilih untuk sewa rumah di Leeds dan commuter ke kampusnya. Terus harga makanan juga relatif murah. Buah Plum, anggur, dll yang biasanya satu box bisa seharga 4£, kalau di Leeds hanya 1£ saja. Lumayan ya ngiritnya.

Teruuus, orang Inggris itu romantis2 yah. Bayangin aja setiap saat kita disapa “Darling” bahkan oleh stranger. Romantis banget kan.. (Eh gue aja sih yang kegeeran). Mereka juga ramah, sedia menyapa jika berpapasan di jalan.

Tapi yang susah yah memahami prunounciation-nya. British dan US itu berbeda nian logatnya. Saya sampai dengan hari ini masih berjuang untuk memahami logat mereka. Kalau dari 100% percakapan, saya sepertinya cuma bisa menangkap 70%. Itupun secara keseluruhan kalimat. Kalo berdasarkan kata-perkata mungkin cuma 50% hihi. Padahal ielts saya untuk listening itu 7, tapi tetep beda antara ujian dengan dunia nyata ^^

Segini dulu ya, besok disambung lagi (besok-besok, kapan-kapan) hehehe

Cheers

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s