Pindahan… Lagi…

Hohoho,

Saya berharap keadaan saya dan suami yang sering pindah-pindah adalah anugrah ketimbang kutukan. September ini Insya Allah kami akan pindah (lagi). Jakarta – semarang – bandung (Jogja) – Jakarta (Jogja) – Leeds.

Masnya berangkat duluan, awal september karena kuliahnya dimulai tanggal 14 September tahun ini (chukaiii yooo). Sementara kuliah saya karena menunggu ketersediaan supervisor yang sesuai dengan genre riset saya, Insya Allah baru akan dimulai Oktober 2015 (Bisa santai2 setahun hahaha. Eiya di Inggris bisa donlot serial korea ga ya? Mumpung setaun nganggur. *penting)

Terus pindahan kali ini juga agak ribet, karena berangkatnya ga bareng. Masnya berangkat duluan awal September. Saya baru bisa menyusul akhir september karena 12-16 september saya masih ada presentasi conference di Shanghai dan 25-26 sept di singapura. Membayangkan migrasi ke negara orang dan flying solo jarak jauh tanpa om betmen, rasanya deg2an, aku ndak bakat jalan2 sendirian.

Pindahan ini juga sebenarnya mengganggu rencana jalan2 saya dan masnya. Tadinya paper saya diterima untuk conference Turki. Mempertimbangkan Turki yang jauh sementara saya berangkat sendirian tanpa rekan kampus, serta saya punya bakat nyasar dan ga fokus, akhirnya saya minta om Betmen cuti kerja untuk kemudian nemenin saya. Ceritanya pengen sekalian jalan-jalan berdua aja gitu uhuyy. Tapi terusnya datanglah surat dari Leeds kalo kuliah om Betmen dimulai september, bukan oktober macam saya. Bubarlah rencana hanimun. Dan akhirnya saya cancel juga ke Turkinya (hiks, ga jadi nambah portofolio international conference di CV).

Terusss, kemarin saya pamitan lagi ke Pak Bos, sekedar ngingetin kalo saya sudah mau berangkat bulan depan, dan seperti yang saya duga, Pak Bos Amnesia selektif, dia masih minta saya untuk mengundur keberangkatan ke Inggris hingga November agar bisa submit dan presentasi paper saya di Ritsumeikan, dengan alasan bahwa kampus saya sedang membuka kerjasama dengan Ritsumeikan, dan genre riset saya sesuai dengan Ritsumeikan yang kebanyakan meneliti mengenai rural area dan kebijakan daerah. Terpaksa dengan berat hati saya terpaksa bilang ‘tidak’ pada pak bos, huhuhu. Tetap suami nomer 1 ya ketimbang Pak Bos. Padahal pengen ke Jepang huhuhu.

*setelah menulis post ini gw jadi kepikiran untuk kasih invoice ke suami, berisi permintaan ganti rugi atas opportunity loss yang gw tanggung karena memutuskan nemenin dia kuliah ketimbang tetap di indonesia hahaha. Pokoknya harus dapet ganti rugi.
*jalan2 ke seluruh eropa serta skotlandia.
*lukiraaaa…
*iya gue istri yang beritungan hohohohoo

Terus, biasanya kalo mau pindahan, saya dan om betmen akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengeksplorasi daerah yang kita tinggali saat ini. Waktu mau pindah dari semarang dan bandung, kita kalap nyobain semua wisata kuliner dan jalan2 muter2in dua daerah itu. Semangatnya adalah agar punya banyak kenangan di kota-kota tempat kami pernah tinggal. Tapi untuk kepindahan kali ini rasanya sulit untuk mengeksplorasi kuliner dan wisata alam sebelum migrasi. Kemarin cuma sempat jalan2 dan kulineran di Banjar, Tasikmalaya dan Cilacap. Mau mampir Pekalongan tapi tiada sempat. Padahal kita (eh gue doang ding) udah niat banget mau belanja batik pekalongan untuk dibawa ke Inggris, jaga2 kalo butuh suvenir untuk tuker2an hadiah sama orang bule gitu. Akhir minggu ini juga sebenernya masih niat mau ke pantai di wates (eh apa wonosari ya? Maapkan geografi saya yang buruk) yang katanya masih perawan dan warung2 seafoodnya enak, tapi nampaknya ga sempet juga.

yasudahlah. Manusia berencana, Tuhan yang menentukan.

Sebenernya masih banyak keluhan yang pengen ditulis, sebagaimana lazimnya orang pindahan: walaupun ada rasa gembira dan excited, tetap saja ada rasa takut akan tempat baru yang asing, dan berat ninggalin tempat lama yang sudah bikin pewe. Tapi katanya manusia ga akan naik kelas kalo ga mau diuji. Jadi anggap saja pindah kali ini, beserta seluruh susah dan senangnya merupakan ujian agar saya dan suami bisa naik kelas.

Pokoknya begitulah. Alhamdulillah kami diberi Allah rejeki bisa melanjutkan kuliah dan merasakan hidup di Luar negeri (soale hidup di luar negeri dengan sekedar travelling di luar negeri itu sensasinya beda bok). Semoga Allah melancarkan semua langkah kami, dan selalu menjadikan hijrah kami bermanfaat bagi diri kami dan sekeliling kami. Aamiin.

See you when i see you.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s