Pilpres

Kalo yang ini posting serius beraroma curhat.

Melihat jejak rekam dan visi misi, saya serius akan memilih Jokowi. Ya, Mr capres no 1 juga cukup baik, isu yang diangkat cukup strategis dan visioner. Yang saya khawatirkan dari bapak no 1 adalah: ring 1 nya adalah Hatta rajasa dan ring 2 nya adalah ARB. Haduh bangetlah. Visi misi yang strategis dan visioner itu saya khawatirkan cuma akan mentah di tengah jalan, dimutilasi kabinet bagi-bagi kursi yang (kemungkinan) ga kompeten cuih itu.

Ya kita sudah lihat beberapa kabinet lalu yang isinya bagi-bagi kursi, susah banget merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan yang prorakyat. Entah karena hendak menampung berbagai kepentingan titipan partai, juga mungkin karena tidak kompeten.

Lalu kenapa saya lebih pilih Jokowi?

Ya pertama karena rekam jejaknya itu. Lalu yang kedua, karena Jokowi paham operasional. Sehingga menurut saya, kalau dalam manajemen operasi ada yang namanya slack dan critical path, jokowi paham cara meminimalkan slack dan mengatasi critical path. Ketimbang orang yang tidak paham operasional yang akhirnya hanya akan terima laporan ‘asal bapak senang’ dari bawahannya.

Tapi ya ga tau juga sih kalau ternyata nanti ketika menjabat bapak nomer 1 itu bisa menunjukkan giginya, termasuk ke bawahan dan kabinet titipannya.

Betewe, presiden yang sekarang juga dari Militer. Yang ada malah isinya curhat dan galau, hingga kita (saya) lupa kalau beliau adalah dari militer. Kemudian awal2 beliau menjabat sempat heboh karena beliau marah dan menegur menteri yang terlambat datang rapat, namun sesudah itu melempem. Bahkan ketika akan mengganti menteri yang tidak kompeten saja, beliau butuh waktu lama sekali untuk memutuskan dan tarik ulur karena perkara balas jasa dengan partai2 yang ada. Jadi ya latar belakang militer tidak serta merta membuat seorang pemimpin akan disegani bawahannya.

Banyak yang mengkritisi Jokowi tidak visioner, membawa visi misi hanya sebatas apa yang sudah dilakukannya di Solo dan Jakarta. Banyak yang mengkritisi bahwa indonesia bukan hanya solo dan jakarta.

Menurut saya, banyak yang lupa bahwa dalam sebuah implementasi proyek, apalagi yang nilainya besar, selalu ada pilot project. Proyek percobaan dalam skala kecil sebelum di implementasikan dalam lingkup lebih besar. Dalam hal ini, Jokowi punya nilai tambah, karena dia sudah melakukan pilot project di jakarta dan solo, sehingga program2 yang akan dijalankannya sudah ketahuan celah slack dan critical pointnya, sehingga kalau diimplementasikan dalam skala nasional akan lebih tinggi tingkat keberhasilannya.

Bayangkan jika kelak capres yg satunya lagi ternyata (buntut2nya) menterjemahkan visi misinya dalam proyek (yang akhirnya) mirip proyek2 Jokowi, maka bangsa Indonesia akan rugi setidaknya dua tahun, karena bapak nmr 1 belum pernah bikin pilot project.

Eiya kenapa saya yakin banget programnya bakal sama? Ya karena saya melihat visi misi sektoral mereka sebenarnya sama. Bedanya cuma pak jokowi bahasanya lebih membumi, bapak nomer 1 bahasanya lebih dewa. Operasionalisasi atau implementasinya? Hehehe kayanya bakalan sama aja :p

Terus ada juga yang mengkritisi Pak Jokowi sebagai tidak visioner karena cuma mengandalkan program yang sudah berjalan.

Oohh come on man! Dari dulu juga yang namanya ilmu manajemen itu isinya planning organizing actuating control.

Jadi kalo pak Jokowi ‘sudah melakukan’, brarti beliau ada di tahap actuating atau malah controling. Sudah khatam itu tahapan planning atau yang kalian biasa sebut visioner. Visinya pak Jokowi sudah terimplementasi, disaat bapak nomer 1 baru sekedar merencanakan.

Trus nanti ada yang jawabin, tapi kan Bapak nomer 1 belum pernah jadi gubernur jadi ga mungkin bikin yang kaya Jokowi lebih dulu..

Ya kita liat aja dia sudah pernah bikin apa sebagai ketua HKTI. Nambah luas ga lahan pertanian kita? Nambah banyak ga ekspor sektor agraria kita? Gimana dong?

Terus ring 1 nya, bapak yang anaknya nabrak orang tapi cuma dihukum percobaan, ga ada hukuman kurungan sedikitpun itu, sudah berapa lama jadi menteri perhubungan lalu jadi menko perekonomian, jadi apa pelabuhan kita ketika dipimpinnya? Jadi makin sedikit ga pungli untuk bongkar petikemas? Berapa lama waktu tunggu di Pelabuhan? Trus kurs kita menguat ga sih?

Ring 2 nya: ARB, perusahaan yang diwarisinya (itu warisan ya, bukan dia bangun sendiri), sekarang colaps ketika dipimpinnya. Perkara lapindo, perkara Bumi resource, perkara pelaporan dan penggelapan pajak, dll. Terus dalam prasangka buruknya saya, kalau dia menjabat jadi mentri apa itu, dia bakal bikin kebijakan yang menyelamatkan perusahaannya ga sih, walau sampai harus di bail out negara? Mungkin ya?

Terus kisah yang baru sekarang adalah perkara temuan BPK. Sumpah saya pengen ngakak dengan orang2 yang makan mentah2 hasil audit BPK.

Halooo, keknya saya pernah posting perkara entertain (ntar saya susulkan link post saya itu), saya tegaskan disini bahwa posting saya tentang oknum2 yang harus dientertain nista itu adalah oknum (atau semuanya gitu sih?) BPK.

Saya kok menduga mereka bilang bla bla bla itu karena Pak Jokowi ga mau kasih uang tutup mulut atau entertain. Makanya mereka ‘nyanyi’. Lagian wajar tanpa catatan, wajar dengan catatan, itu cuma perkara titel. Percaya deh kalian akan sepaham dengan saya kalau sudah pernah di audit, utamanya oleh BPK.
Mungkin ketidaksesuaian prosedur itu ada, tapi lihat deh ketidaksesuaian itu ada pada point2 program yang baru. Namanya juga program baru, saya yakin prosedurnya juga belum baku atau masih menginduk pada prosedur program lama yang sudah tidak relevan, makanya ada diskrepansi antara prosedur dan impelementasi. Saya yakin, ketika catatan2 temuan audit atas diskrepansi itu dibenahi, prosedurnya disesuaikan dengan program2 baru, titelnya akan kembali ‘wajar tanpa catatan.’

Ya sebenernya gitu sih. Saya berharap Jokowi menang. Aamiin.

Prabowo juga boleh menang, asal wakilnya Jusuf Kalla dan ga pake hatta rajasa serta arb.

Tulisan gue mbinggungin ya, bahasanya campur aduk? Harap maklum, nulisnya sambil nonton korea :p

Advertisements

One thought on “Pilpres

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s