Sumpah gue eneg

Gue eneg liat spanduk dan baliho serta poster dan beragam campaign collateral para calon legislatif. Sumpah gue eneg melihat pose tersenyum mereka, disertai beberapa baris janji – janji dan semboyan muluk.

Sumpah gue eneg!

Tapi gue juga bingung dan ga punya ilmu tentang bagaimana sebaiknya tata kelola legislatif dan lembaga kenegaraan lainnya. Jadi kebayanglah gimana depresinya gue belakangan ini. Apalagi ditambah fakta bahwa beberapa orang yang nyaleg adalah orang yang gue kenal, dan gue tahu banget orang-orang itu tidak punya sikap dan niat sedikitpun untuk memajukan daerah dan negaranya. Orang-orang yang gue tahu masa lalu dan latar belakangnya. Ga baik. Arrkkk.

Manusia bisa berubah, tapi gue yakin seyakinnya tidak akan ada aktivitas yang akan pro rakyat pasca orang2 yg gue kenal itu terpilih. Semoga yang itu ga menang. Karena untuk melihat seseorang itu prorakyat atau enggak, sangat mudah. Gimana kesehariannya, membaur dengan masyarakat sekeliling ga? Siskamling ga? Kalau ada acara kerja bakti dan bakti sosial ikutan ga? Dalam skala yang lebih luas, dia pernah inisiatif melakukan sesuatu untuk warga sekeliling ga? Misalnya bikin taman bacaan, atau rumah singgah? Atau kasih pelajaran bikin kerajinan tangan untuk warga sekelilingnya, agar terjadi pemberdayaan masyarakat? Ada ga hal-hal semacam itu terjadi?

Bukan orang yang pas deket pemilu baru rajin ikut pengajian, rajin ikut arisan, sambil bawa makanan dan pesan2 sponsor, lalu ketika pemilu usai maka hilang juga keberadaannya di masyarakat. Tuhaaann. Gue apatis!

Jadi kita harus gimana, Tuhan!

Kalo anggota DPR itu adalah wakil rakyat, jadi mestinya kita boleh ya nyetrap mereka kalo mereka bolos rapat DPR. Seorang komisaris, yang merupakan pemilik perusahaan bisa memecat direktur yang dia bayar. Brarti kita juga mestinya bisa memecat anggota DPR yang ga ngapa2in kecuali makan gaji buta!

Kami harus gimana Tuhan, agar orang2 yang nyaleg adalah orang kompeten dan prorakyat? Bukan sekedar orang yang punya duit dan berniat menambah pundi duitnya dengan jadi caleg. Kami harus gimana agar anggota legislatif yang terpilih adalah benar yang berniat mewakili kami? Kami harus gimana, Tuhan?

😥

Sedih, nangis, prihatin pada negeri ini..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s