Membagi otak

Serius saya sedang iri dengan manusia yang kapasitas intelejensia-nya tinggi. Mungkin yang semacam einstein kali ya. Juga dengan manusia berstamina prima. Dan dengan manusia berwaktu luang prima.

Saya, terus terang sedang merasa kekurangan tiga hal tersebut. Saya merasa otak saya sedang mengalami degradasi yang cukup tajam. Indikatornya adalah ketika saya merasa ga kuasa untuk berpikir banyak hal sekaligus. Kemampuan lateral dan multitasking saya semacam lumpuh. Beberapa waktu lalu, saya rasanya masih bisa nimbrung percakapan teman disebelah saya, sembari saya mengetik paper atau apapun yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Namun dua minggu belakangan ini, jangan ajak saya bicara lintas keilmuan, sungguh otak saya hang.

Dulu juga saya masih bisa buka laptop atau hape dan mengetik kisah-kisah fiksi ringan dan pendek, sepulang saya bekerja. Tapi belakangan ini, tiba di rumah saya seperti tidak punya energi lagi. Satu-satunya hal yang bisa saya lalukan adalah bengong hampa di depan tivi tanpa tahu apa yang saya tonton. Letih.

Saya juga rasanya tidak punya waktu luang sekedar untuk tuiteran, ngetik cerpen, dan tertawa. Sadis ya.

Demikianlah putaran hidup. Kadang selo, kadang ribet. Sekarang nampaknya sedang ribet. Entah sampai kapan.

Saya sudah coba mensiasati perkara stamina dan otak hang ini dengan berolahraga, tapi yang ada malah terkapar dua hari karena demam seusai joging. Jadi sebenarnya saya butuh istirahat atau butuh exercise sih? Butuh piknik sebenernya. Tapi piknik juga butuh stamina ya.

Yasudah, tidur sajalah..

Advertisements

One thought on “Membagi otak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s