Gentleman Dignity

Karena racun dari beberapa teman, akhirnya saya mulai nonton serial Gentleman Dignity. Sebelum versi nonton istiqamah via donlotan ini, saya sempat nonton dua episodenya di Indosiar. Waktu itu saya ga terlalu suka, karena para lelakinya ga seganteng aa minho. *halah

File donlotannya saya sudah punya lama, jauh sebelum serialnya tayang di indosiar. Tapi ya gitu deh, saya baru sempat nonton seminggu terakhir ini. Emang gitu kali ya, semakin uzur diri kita (eh gue aja kali ya), merasa makin sedikit waktu yang dimiliki, jadinya rada susah untuk memulai suatu komitmen yang kita tahu time framenya agak jangka panjang. Contohnya semacam memutuskan mau nonton serial ini, itu, atau enggak sama sekali. Karena sekali kamu nonton, brarti harus komitmen, meluangkan waktu untuk begadang menamatkannya. *halah lagi.

Ceritanya tentang kisah hidup (dan cinta) empat pria usia awal 40. Kim do jin sebagai arsitek, tae san sebagai insinyur di perusahaan patungannya dengan kim do jin. Yoon seorang pengacara. Jung rok, pemilik kafe dan bar. Mereka digambarkan sebagai sosok yang lumayan sukses (walau ga tajir melintir, karena mereka enterpreneur skala medium, belum jadi chaebol korea seperti kim tan di the heirs).

Yaa potret laki2 urban masa kini deh. Yang lajang/ menikah/ pernah menikah, punya mobil bagus, dikelilingi wanita cantik. Life begins at forty, right?

Apa menariknya?

Lucu aja sih melihat bagaimana mereka menua, tapi tidak kunjung tumbuh hehehe.

Bagaimana mereka suka dikelilingi wanita, tapi terlalu takut untuk berkomitmen dan menikah.

Bagaimana mereka memulai wirausaha, lalu gagal, terpuruk, ditinggalkan semua orang, lalu melejit lagi.

Bagaimana mereka menganggap bahwa terkadang mereka tidak bisa hidup tanpa sahabat, ketimbang tanpa wanita.

Dan yang paling menakjubkan di sini adalah, mereka semua straight. Alhamdulillah. *ditengah banyaknya lelaki ganteng yang ga straight, serial ini cukup mencerahkan dan memberi harapan bagi wanita, bahwa laki ganteng baik straight masih ada ^^

How do i experience this series?

– umur 40an seribet itu ya.. Semoga hidup gue ga seribet itu kelak. Mau bahagia aja ah, tanpa ribet. Aamiin.

– aku suka sama karakter Me ah ri. Dia keukeuh fight untuk yoon yang usianya belasan tahun lebih tua dari Me ah ri. Yoon duda (ditinggal mati), dan sahabat kakaknya pula.
*mari menundukkan kepala pada scene2 ttg me ah ri dan yoon, bahwa kisah ini cukup familiar (untuk saya) walau pada akhirnya saya tidak cukup punya nyali untuk berjuang seperti me ah ri
*apalahinipart1

– Terus, gue melihat bahwa dalam beberapa serial korea, ada semacam pergeseran budaya ya. Korea selatan itu terpetakan sebagai negara yang sifatnya collectivist. Perkara mengenai pernikahan itu (dulunya) merupakan barang wajib di Korea. Mirip2 di Indonesia deh, kalo kamu lulus kuliah, ya pakemnya kerja, menikah dan lalu punya anak, dst..

Tapi di serial ini (dan beberapa serial korea lainnya) digambarkan wanita2 dan pria2 korea yang punya kecenderungan enggan menikah (dengan berbagai alasan, tergantung plot serialnya). Apa memang gitu ya kecenderungan saat ini? Bahwa pacaran bertahun-tahun belom berarti kamu akan diajak nikah, atau belom berarti kamu bakalan mau diajak nikah..

Yaa overall serial ini bagus. Gue jarang2 bikin review. Tapi karena ceritanya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari makanya rela deh promosiin (berarti gue udah dekat dengan usia 40an kali ya, makanya berasa similar dengan tokoh2nya).

Haaa. ^^

Advertisements

One thought on “Gentleman Dignity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s