Dream a little dream of me..

Beberapa kali saya membaca bahwa lagu adalah mesin waktu paling juara. Lagu bisa membawa kita kembali pada masa-masa yang telah lewat, dengan hanya mendengarkan sebait dua bait lagu itu.

Saya mendadak ingin bernostalgia.

Tadi kakak kelas saya menyapa di grup, mengenang ketika dulu saya dan beberapa kakak kelas lainnya (dulu saya mainnya sama angkatan2 di atas saya, jarang punya teman dekat sebaya) menengok dirinya ketika KKN.

Saya lalu terkenang lagi kejadian bertahun-tahun lalu itu. Ketika kami melakukan tour de KKN selama tiga hari. Saya dan anggota geng yang tidak KKN, menjelajah gunung kidul yang terjal, klaten dan wonogiri untuk menengok dan membawakan keperluan sahabat2 anggota geng yang sedang KKN. Kisah yang berakhir dengan wafatnya hp saya karena tergulung ombak besar di Parangkusumo, hehehe..

Saat itu juga ada romansanya, kakak angkatan yang diam2 saya taksir menyatakan suka. Romantis, di atas perahu di tengah waduk (gajahmungkur kalo ga salah). Unfortunately, saat itu si kakak angkatan cuma ‘menyatakan, tidak diikuti dengan ‘pertanyaan.

Dia cuma bilang “aku suka kamu.” Tapi dia ga nanya “kamu mau jadi pacar aku?”

Alasannya adalah, dia merasa ga enak, karena ada temannya (yang juga satu geng dengan kami) yang sudah lebih dulu proklamasi. Syedih, saya kan ga suka sama temannya. Hiks..

Nah kembali ke kakak kelas yang menyapa saya di grup itu, dia berkata, “kamu inget ga yan, waktu nengok aku, anak2 geng pada nyanyi ‘semua tak sama’. Trus kamu nyanyi-nya yang paling menghayati.”

Hah, masa sih. Saya ga inget bagian itu. Makanya tadi saya sempat kesal pada daya ingat saya. Kok bisa sih bagian nyanyi-nyanyi itu luput dari ingatan saya, padahal tour de KKN itu termasuk momen indah saat kuliah, yang ingin saya ingat terus.

Terus saya mikir agak lama, oh mungkin saya lupa bagian nyanyi itu, karena pada saat itu saya sedang patah hati karena mendapat pernyataan cinta yang tidak diikuti pertanyaan. Alam bawah sadar kita seringkali mengubur kenangan yang kurang berkenan di hati. Mungkin.

– – – –

Pernah ada masa ketika kita sedang sibuk mempersiapkan event jazz, kamu berkata, “kamu tahu ga apa salah satu indikator kesuksesan aku kalau sudah lulus nanti?”

“Apa?” Tanyaku

“Berdua seperti ini dengan orang yang aku cintai, di mobil yang aku beli sendiri (bukan mobil dari orangtua seperti yang kamu kendarai saat itu), dan musiknya harus jazz. Harus!” Katamu saat itu.

Dan sejak itu kamu mencekoki aku dengan genre jazz. Bahkan saat mudikpun (kita satu kampung halaman ya), kamu akan menyempatkan diri menculik saya untuk sekedar nongkrong cantik di komunitas jazz kemayoran.

Demikian saja, pertemanan kita. Berakhir dengan pernyataan cinta, tapi tidak bisa bersama. Dua bulan setelah tour de KKN itu kamu lulus dan bekerja di kampung halaman. Aku, baru semester dua. Seringkali kita bertegur sapa di ranah dunia virtual. Tapi sebatas itu saja. Dunia baru, dunia kerja yang sedang kamu jajaki saat itu tidak cukup memberi ruang untuk romansa. Apalagi yang sifatnya hubungan jarak jauh.

Dan aku saat itu berada dalam fase patah satu tumbuh seribu. Kamu berlalu, ya sudahlah. Ketika kamu pergi, banyak yang lain berdatangan.

Seringkali, saat ritmenkerjamu agak senggang, kamu sempatkan menghubungiku.

“Hei, sudah mau tidur?”

“Yap.”

“Aku mainin lagu dulu ya..”

Maka kamu akan mengalunkan lagu pengantar tidur favoritmu untukku, dengan gitar dan senandung.

Stars shining bright above you
night breezes seem to whisper, “I love you”
Birds singing in the sycamore tree
“Dream a little dream of me”

Say “nighty-night” and kiss me
Just hold me tight and tell me you’ll miss me.
While I’m alone and blue as can be
dream a little dream of me.
..

“Nighty nite, ian.”

“Nite.”

– – – – –

*ini bukan kisah mengenai cinta masa lalu yang masih terus terkenang. Bukan. Ini kisah yang menyeruak ketika mendengarkan lagu tertentu. Kisah ini hanya salah satu contoh.

“Dan kamu… Adakah kamu pernah teringat aku (lagi) ketika kamu mendengar atau menyenandungkan lagu ini?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s