semua berpulang kepada Allah

Jumat malam,

Sebuah berita tiba melalui ponsel saya. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, telah meninggal dunia Jenna Noura Beda, di Rotterdam, pada usia tiga bulan.

Saya tertegun. Sedih untuk Jenna. Namun saya tahu, Allah memberikan yang terbaik untuk Jenna.

Ketika berada di kandungan 5 bulan, Jenna didiagnosa mengalami kelainan pada ususnya, semacam hernia jika itu terjadi pada lelaki. Maka dengan kecanggihan teknologi, dilakukanlah operasi pada Jenna di Rotterdam, ketika dia masih di dalam perut ibunya. Kala itu dokter berkata, kemungkinan berhasil hanya 10%. Peluang yang kecil tetap diambil, karena jika tidak dilakukan operasi maka Jenna diperkirakan harus digugurkan pada usia kandungan 5 bulan karena janinnya akan kesulitan untuk berkembang.

Operasi di dalam perut berhasil. Jenna bisa bertahan, terus tumbuh di dalam kandungan.

Jenna lahir prematur, 8 bulan.

Sejak dilahirkan, jenna dirawat di ruang NICU (ICU untuk baby). Perlahan kekuatannya pulih. Jenna mulai bisa membuka matanya.

Namun Tuhan memiliki rencana agung. Setelah tiga bulan berada di ruang perawatan, dengan segala siklus naik turun kesehatannya, akhirnya Jenna kembali kepada sang Khalik. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Saya patah hati, untuk kedua orang tua Jenna.

Mereka teman-teman saya. Hampir enam tahun mereka menikah dan menanti datangnya Jenna. Ketika diberitakan hamil, saya turut merasakan betapa bahagianya pasangan itu. Alhamdulillah.

Namun Allah Maha Kuasa. Dia tahu yang terbaik untuk hamba-Nya.

Hari Minggu siang, jenazah Jenna tiba di Jogja. Saya merasa seluruh emosi terhisap, terkuras. Bronsan dan Karina terlihat tegar, tidak menitikkan air mata. Saya rasa saya tahu bahwa mereka merasakan duka mendalam akibat kehilangan itu. Sedih.

Air mata mengalir semenjak saya masuk rumah duka. Saya hanya bisa memeluk karina tanpa mampu mengeluarkan kalimat penghiburan apapun, karena air mata saya yang terus mengalir.

Ya, saya tahu kisah bagaimana sulitnya mendapatkan anak. Lalu ketika hamil ternyata harus dioperasi ketika masih di dalam perut ibunya. Ketika lahir tidak bisa langsung dipeluk dan disusui karena ananda terbelenggu selang-selang di kasur NICU. Hingga akhirnya Tuhan memanggil.

Anak-anak surga.

Tangis saya semakin dalam, ketika pembaca doa berkata, bahwa bayi yang meninggal sebelum baligh, adalah tabungan amal bagi kedua orang tuanya. Dan bayi itu yang kelak menyambut dan memberi minum bagi kedua orangtuanya ketika tiba di padang Masyhar.

Amiin ya Rabbal alamiin.

– – – – – –

Saya termasuk yang jarang menunjukkan emosi ketika menghadiri pemakaman. Bagi saya, meninggal adalah kisah semua orang. Cepat atau lambat kita akan mengalami meninggal atau ditinggalkan.

Apalagi ada hadist yang mengatakan bahwa akan terputus semua urusan orang yang meninggal dengan dunia, kecuali: doa anak yang soleh, ilmu yang diamalkan, dan wakaf.

Jika kita sebagai pelayat bukan anak dari yang meninggal, berdoa lalu dinyatakan doa itu tidak akan sampai, lalu untuk apa kita layat dan berdoa bagi jenazah? (Kecuali ikut menyolati karena tiga shaf jamaah saat sholat jenazah akan menghapus dosa-dosa jenazah tersebut).

Demikian pemikiran saya kala itu, maka tidak pernah saya mengeluarkan emosi atau perasaan kehilangan yang berlebihan ketika menghadiri pemakaman.

Namun kali ini saya menyadari hal yang lebih penting. Meskipun doa kita untuk jenazah tidak sampai, tetaplah datang ke rumah duka atau pemakaman, tundukkan kepala, beri penghormatan terakhir kepada jenazah. Sekaligus berdoa untuk orang-orang yang ditinggalkan si jenazah. Mereka yang masih hidup dan ditinggalkan, membutuhkan banyak doa agar bisa kuat dan tabah menerima kehilangan.

Seperti sahabat saya, Karina dan Bronsan, semoga ketabahan dan ikhlas selalu menyertai kalian. Amiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s