Lima Rasi Bintang

Sudah satu minggu angkasa didera prasangka buruk. Setiap konstelasi menyimpan apriori terhadap konstelasi lain, perang dingin yang siap meledak setiap saat. Pasalnya konon sederhana, Alpha Centaurus bertandang ke rumah Bellatrix di Orion. Tanpa disengaja, Alpha centaurus meledakkan simpanan senjata Helium milik Bellatrix. Rumah Bellatrix, juga sekeliling Orion porak-poranda, meskipun tidak ada bintang yang jadi korban. Alpha Centaurus merasa sangat bersalah, dengan segenap hati meminta maaf kepada Bellatrix atas kecerobohannya. Bellatrix tahu bahwa sahabatnya itu tidak sengaja. Dengan ringan Bellatrix memaafkan Alpha Centaurus, sembari berjanji akan menjelaskan kekacauan ini kepada Rigel, Pemimpin Orion. Sampai sini, masalah Alpha Centaurus dan Bellatrix, serta ledakan di Orion dianggap selesai oleh mereka.

Namun tidak demikian bagi Coridan. Dia sejak lama mencintai Bellatrix, namun Bellatrix hanya menganggapnya sebagai kakak. Kedekatan Bellatrix dengan Alpha dari Centaurus telah membakar cemburu di hati Coridan. Tidak rela pujaan hatinya kelak diambil dari dekatnya, pindah ke konstelasi lain jika bellatrix dan Alpha Centaurus menikah. Maka gelombang negatif menguasai hati Coridan. Dia berbisik pada beberapa bintang di Orion, bahwa ledakan tersebut adalah salah satu usaha Centaurus untuk memperluas wilayah kekuasaan. Coridan berpura-pura menyalahkan kenaifan Bellatrix yang diperalat Alpha Centaurus.

Dan nampaknya semesta pun sedang berkonspirasi negatif. Selang beberapa waktu semenjak Alpha Centaurus meledakkan rumah bellatrix, tiga supernova melintasi Konstelasi Orion. Ekor-ekornya membakar bintang-bintang terluar Orion. Desas-desus invasi Centaurus semakin luas. Bahkan menyebar hingga ke konstelasi lain. Para bintang kisruh berkata bahwa Centaurus mengirim supernova sebagai misil mereka untuk menyerang konstelasi lain.

Alpha Centaurus yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari Orion, tidak mengetahui bahwa dirinya menjadi bahan perbincangan. Apesnya lagi, hari itu dia memilih jalan pulang yang panjang. Alih-alih mengambil lintas terpendek, Alpha Centaurus malah berputar melewati seluruh konstelasi yang ada. Alpha Centaurus terus terbang, dan terbang menuju rumah, tanpa sadar dikutuk banyak bintang di belakangnya.

Demikianlah kekuatan cemburu telah menjadikan para bintang saling curiga. Ditambah lagi fenomena alam, yang entah mengapa menyebabkan banyak supernova berkeliaran di sekitar semesta. Ekor-ekor mereka membakar bintang-bintang terluar dari setiap konstelasi yang dilewati. Para bintang terluar menjadi luar biasa siaga. Ketegangan tampak di mata mereka. Bersiap-siap hendak membela diri atau sekedar mengelak jika supernova melintas di dekat mereka. Desas-desus semakin santer bahwa Centauruslah pengirim supernova-supernova itu. Isu semakin berkembang, katanya Centaurus dibantu oleh konstelasi lain, yang juga ingin melakukan invasi. Setiap konstelasi mendadak siaga militer, siap berperang jika wilayah pendudukan mereka diserang.

Para tetua konstelasi merasakan aura tidak bersahabat ini. Mereka sepakat untuk saling bertemu dan meluruskan berita yang simpang siur tersebut. Andromeda menjadi tuan rumahnya. Para tetua berkumpul, didampingi beberapa pengawal mereka yang paling tangguh. Membahas cara untuk mencairkan perang dingin ini.

Tidak mereka sadari, jauh di luar konstelasi, Messier dari Cassiopeia memperhatikan pertemuan itu. Dia melesat cepat, berada diluar wilayah delapan puluh delapan rasi bintang. Dia juga mencintai Bellatrix, dan seperti halnya Coridan, cinta Messier juga bertepuk sebelah tangan. Namun diluar cinta itu, Messier memiliki ambisi yang lebih tinggi. Dia ingin menguasai seluruh konstelasi. Dengan begitu dia berharap bellatrix tidak punya pilihan kecuali menerima untuk hidup bersamanya. Kisruh ynag ditimbulkan Coridan, adalah keuntungan baginya.

jauh di luar konstelasi, Messier menghimpun tenaga. Simpul tali magnetik raksasa digenggamnya dengan erat. Dia mengambil risiko terbakar matahari, karena simpul magnetik hanya ada di pinggang matahari. Messier tidak peduli, ambisinya lebih besar dari rasa takut. Merasa energi matahari di tali magnetiknya sudah cukup besar, Messier melintas cepat melingkari Rasi Andromeda.

Para tetua menyadari kehadiran Messier. Namun mereka terlambat. tali Magnetik tersebut sudah terlanjur mengelilingi Andromeda, siap menjerat semua bintang yang ada di dalamnya. Para tetua berteriak, berusaha menyadarkan Messier. Namun Messier gelap mata. tetap melintas cepat mengelilingi Andromeda, kemudian menarik tali magnetiknya kuat-kuat dan mengembalikan simpul sisi lainnya ke pinggang matahari. Tali magnetik mulai terbakar, mengalirkan panas dari matahari. Membakar seisi andromeda. Awalnya bintang sisi terluar, lalu merambat ke seluruh penghuni andromeda. Tak luput juga para tetua. Peristiwa itu terlalu cepat.

Energi matahari masih tetap tinggi, meskipun seisi Andromeda sudah hangus terbakar. Messier tertawa terbahak memandang api hasil karyanya. Lompatan helium memerciki angkasa. Seluruh tetua rasi bintang wafat. Tali magnetik belum juga padam, masih membakar kosntelasi. Lalu merambat ke konstelasi lainnya. Angkasa menjadi padang api.

Tak berapa lama Messier duduk lemas. Api turut membakar Orion, tanpa dia sempat menyelamatkan Bellatrix. Hatinya mendadak hampa. Kejahatannya mendadak kehilangan arah. Messier hanya tahu cara memantik tali magnetik matahari menjadi energi api. Tapi dia tidak tahu cara mengendalikan dan mematikannya. Messier yang putus ada akhirnya melontarkan diri kedalam kobaran api.

Lima rasi bintang hancur. Andromeda, Cassiopeia, Centaurus, Orion, dan Pegasus. Seluruh bintang penghuni konstelasi tersebut turut lebur. Sesaat angkasa terasa lenggang, para bintang yang biasa memenuhi jalan sudah tiada.

– – – – –

Rombongan Creator, melintasi angkasa. Mereka tertawa terbahak dari kabin pesawat. Para bintang sungguh bodoh. Otak mereka mudah dibajak, ditambah sedikit pemicu dari supernova, kemudian mereka saling curiga, hingga akhirnya mudah bagi creator melakukan makar.

Perjalanan angkasa terkadang tidak mulus. Hal ini yang dirasakan Creator dalam misi mereka menduduki bumi venus dan mars. Dari planet mereka, menuju galaksi bimasakti, harusnya bisa menempuh jalur lurus. Namun keberadaan rasi bintang menghambat jalan. Membuat mereka harus berputar, menempuh perjalan lebih lama.

Terimakasih bintang-bintang bodoh, Messier dan Coridan, kisah cinta kalian membantu memuluskan misi kami menghancurkan konstelasi. Terlalu berbahaya bagi kami untuk mendekati matahari. Titik panas kami tidak setinggi para bintang. Untung dengan mudah kami susupi otak Messier, sehingga dia berkenan bertindak seperti martir, mengulur tali magnetik dari pinggang matahari ke sekeliling Andromeda. Menyulut dan membakarnya.

Kini lima rasi bintang tinggal legenda. Dan jalan kami menguasai planet-planet menjadi lebih mudah. Adios!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s