One in a million

Alkisah, hari ini adalah tanggal 19. Pada hari ini, masa pacaranku dan Adit mencapai 17 bulan. Aku bukan tipe wanita yang sering memutar otak untuk memberi kekasihnya kejutan di hari jadian. Apalagi ini hanya ulang bulan, kurang penting lah ya menurutku. (JMIIW – Jitak me if im wrong).

Namun hari ini perpaduan insomnia dan tingginya hormon estrogen pada premenstruasi sindrom, menghadirkan aura menye’-menye’ dalam diri. Sehabis subuh, iseng tanganku mencoba membuat kartu ucapan Happy Anniversary untuk Adit. Padahal cuma 17 bulanan sih, (sekali lagi) ga penting, kan ya? (CMIIW – Cendol me if im wrong).

dan taraaammmmmm…. beginilah jadinya..

Secarik kertas surat wangi, kugambari dengan bunga-bunga, kuhiasi dengan glitter. Kutulisi kata -kata, kurang lebih seperti ini:

Aditya cayaaangggg…
Jawab pertanyaan di bawah ini yaaak

1. Bunyi Tertawa
2. Nama depan kamu
3. Panggilanku ke Bapak
4. Aku paling males kalo disuruh mandi…
5. I Love…
6. Sweet…
7. Panggilanku pada Ibu
8. Camilan kesukaanku
9. Merk HPku
10.Waktu kecil aku paling takut lihat….
11.Akun twitterku @……

Jawab semua pertanyaannya, nanti kalo sudah selesai semua,

cari kata yang dibentuk oleh huruf-huruf pertamanya.

SMS aku kalo udah tau jawabannya yaa. Love You

Demikianlah, surat cinta pertamaku untuk Aditya. Surat cinta pertama semenjak kami jadian 17 bulan lalu. Ah aku kagum pada kekreatifanku sendiri. Untung saja otak kananku jarang dipakai, kalau sering-sering kupakai, pasti banyak pria jatuh hati pada keromantisan dan kekreatifanku (narsis dikit).

Jadi siang tadi sudah kuberikan kartu ucapan itu pada Adit. Sekarang tinggal menunggu SMS dari Adit yang harusnya berisi balasan ucapan selamat ulang bulan. Aku berharap Adit akan memberi balasan yang lebih romantis daripada kartu ucapanku. Sebuket bunga, sepertinya lucu juga. Ah damn you PMS! You make me cheesy and corny. mhmm..

Dan Adit, setahuku hingga saat ini Adit masih termasuk mahasiswa dengan IP 3 koma nyaris cumlaude, jadi kalau sekedar memecahkan teka-teki iseng dariku itu, pasti bisa dilakukannya. Pasti.

– – – – –

Malam mulai larut, hampir tengah malam. Kantukku mulai parah namun aku belum bisa tidur. Masih ada yang mengganjal di hati. Adit! ya Adit, sejak siang tadi kuberikan kartu ucapan tersebut, Adit belum juga mengirimiku SMS berisi jawaban. Kenapa? Hatiku penuh tanya, namun untuk bertanya langsung padanya, aku malas. Gengsi ah.

It’s supposed to be a surprise, right?

Aku masih menunggu dan terus menunggu. Hingga jam dinding di kamar menunjukkan pukul 23.50. Baiklah aku sudah tidak tahan lagi.

Hai, udah bobo belum?
kukirim SMS untuk Adit.

Belum dooonggg. Kok kamu belum bobo juga?

Masih ada yang ganjel

Apa yang ganjel, Dita cayang…?

Kartu aku belum kamu balas. Kamu ga tahu jawabannya atau gimana sih?

Ups..

kok ups? Aditya!!! kamu lupa ya. Kamu belum baca kartuku? kamu gimana sih? Aku bikin itu susah payah, tahu?!
Baiklah, SMSku menjadi bernada tinggi penuh tanda seru.

Lalu telepon selularku berbunyi. Aditya. Dengan malas kuangkat telepon itu. Sejujurnya aku tidak siap menerima penjelasan bahwa dia lupa membaca kartuku, atau bahkan tidak tahu maksud kartuku.

“Mhmmmm” Jawabku lemah.

“Dita. Kartumu sudah aku baca. Aku ingin sms jawabannya, tapi aku tidak yakin.”

“Tidak yakin gimana maksud kamu? Kamu tidak yakin untuk nerusin hubungan ini?”

“Ehhh. kok suudzon gitu sih, Dita? PMS ya? mmhmmm..”

“Ga ada hubungannya dengan PMS! Kamu tuh yang aneh, ga menghargai usaha pacarnya untuk romantis!” Aku mulai melantur dalam tempo cepat dan intonasi tinggi.

“Dita.. dita.. sabar dulu. Dengarkan aku, ini aku diktekan jawabannya satu-satu:

1. Hahaha, atau yang semacam itulah
2. Aditya
3. Papa
4. Pagi. Kamu malas mandi pagi. Walaupun nyatanya kamu malas mandi pagi siang sore maupun malam.
5. You. I Love youuuu
6. 17
7. Mama
8. Otak -otak
9. Nexian. Hape bapukmu Nexian
10.Tata dado, kamu phobia Tata dado sampe sekarang.
11.@hopedita akun tuitermu.

Jika aku rangkai setiap huruf awal, maka akan terbentuk kata HAPPY 17 Month, begitukah?”

“Lalu kenapa belum kamu jawab? Kenapa harus menunggu aku tanya dulu? Aku bikin teka-teki itu agar menjadi kejutan untuk kamu. Kenapa kamu tidak mengerti? Nyepelein usahaku ya?” Nadaku masih tinggi. Perpaduan frustasi dan rasa gagal menjadi romantis.

“Dita.. Aku suka sekali kartu darimu, aku suprise menerima kejutan semacam ini darimu. Jarang-jarang, kan kamu romantis. Biasanya aku yang gombalin kamu.”

“Terus?”

“Tapi kita jadian tanggal 19, Dita. Hari ini baru tanggal 18. Baiklah tiga menit lagi tanggal 19. Jadi kamu berharap aku bagaimana menjawabnya?”

What??” Lidahku mendadak kelu. Mataku jelalatan memandang kalender di pintu kamar. Oh okay, aku salah liat tanggal dan hari. Sial.

“Dita.. Dita.. Kamu masih dengerin aku?” Tanya Adit, mungkin dia khawatir aku terdiam cukup lama. Aku kehilangan kata-kata.

“Iya Adit. Aku yang salah. Maaf sudah marah-marah.” Akhirnya aku berkata pelan, mengakui kesalahanku.

“Hahaha, no problem dear. Ya udah bobo dulu aja, besok kita omongin lagi ya. Love you.”

Dan begitulah.. Usaha romantisku kandas, karena salah liat kalender. sigh.

Tak berapa lama, telepon genggamku berbunyi lagi. Kali ini sebuah SMS. Aditya lagi.

Dear Dita, 00.03 WIB. Its officially 19th. Happy 17th Month ya. Thx for being with me, thx for loving me.

Aku tersenyum. Baiklah, mungkin memang sudah kodratku tidak bisa romantis. Untunglah Tuhan memasangkanku dengan Adit yang sabar dan romantis. Mungkin ini yang namanya saling melengkapi.

Terimakasih Adit. Maafkan aku tadi marah-marah ga jelas. Happy 17th Month. Kelak kalau aku mau bikin kejutan lagi, aku akan pastikan tanggalnya benar. Hehehe.
Kutulis SMS balasan untuk Adit dengan hati lega. Senyum menghiasi bibirku. Baiklah sudah tidak ada yang mengganjal. Aku bisa tidur sekarang.

– – – – – –

Jam tujuh pagi, aku baru bangun. Pintu kamarku diketuk serampangan. Suara cempreng Nia yang membangunkanku.

“Ditaaa cepetan bangun! Dicariin tuh sama temen loe di ruang tengah.”

“Mmhmm..” Aku seret tubuhku dengan malas. Hanya keluarga atau tamu perempuan yang bisa masuk ke ruang tengah kost-kostanku. Tamu pria hanya boleh menunggu di teras. Palingan Ringga yang hendak mengembalikan buku. Centil juga anak itu, biasanya langsung nyerobot ke kamarku. Tumbenan ini rapih menunggu di ruang tengah.

Mataku masih belekan, rambutku masih acak-acakkan. Aku turun ke ruang tengah.

Tiba-tiba suara musik mengalun keras. Bosson! One in a million!

Sometimes I can’t hate you every day
Sometimes you can fall for everyone you see
Only one can really make me stay
A sign from the sky
Said to me

OH MY GOD!!

Itu ADIT! Karaokean di ruang tengah kostku, belagak jadi boyband menyanyikan lagu favoritku. Pakai ajian apa dia, hingga bisa menaklukkan Ibu kostku, sehingga diperbolehkan masuk ke dalam kost.

You’re one in a million
You’re once in a lifetime
You made me discover all the stars above us
You’re one in a million
You’re once in a lifetime
You made me discover all the stars above us

Adit bernyanyi, dengan suara kacau, dengan koreografi yang juga kacau. Anak kostku mendadak berkumpul semua di ruang tengah, mereka penasaran dengan kehebohan yang terjadi.

Bisa dipastikan wajahku memerah karena atraksi ini.

Lagu selesai. Seluruh penghuni kost bertepuk tangan. Adit, masih dengan penuh rasa percaya diri, menghampiriku yang kusut masai. Sebuket bunga ada ditangannya. Untukku.

“Happy 17th Month, Dita. I Love you. Walau kamu galak, walau PMS mu ‘permanent mens sydrom – bukan pre’, Aku tetap sayang kamu, karena cuma kamu yang kalo lagi marah-marah mukanya konyol. Hahaha. No, I mean, seriously, I love you. Sejauh ini cuma kamu yang bisa memahami aku dan mimpi-mimpiku. Tetaplah bersamaku, sampai kita tak sanggup lagi.”

Ucapan Adit disambut dengan ciyeean serempak seluruh penghuni kost. Aku terharu, tak bisa berkata-kata. Hanya bisa memeluknya. Sembari berbisik,

“Yes, you’re one in a million, Adit sayang.”

– – – – –

Inspired by: menulis puisi akrostik dan prosa anaphora » http://bit.ly/UkcFIw ; writer challenge held by @teguhpuja

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s