Insinyur Teknik Penerbangan

Pernahkan kamu merasa dikuntit, diikuti? Aku pernah. Tepatnya, sedang merasa demikian.

Satu minggu ini aku merasa dikuntit. Rasanya tidak nyaman. Walaupun sepertinya tidak berbahaya.

Aku penasaran, ada apakah denganku, sehingga satu minggu ini seorang wanita cantik menguntitku? Sebegitu kerenkah diriku?

“Permisi..”

Sebuah suara mengagetkanku, membuyarkan lamunan. Aku menengok. Ternyata penguntitku. Rupanya sedari tadi dia mengucap permisi sembari mencolek bahu. Nampaknya aku melamun terlalu khusu’ hingga tidak sadar akan kehadirannya. Kampus sedang sepi, kutengok kanan kiri tidak ada orang. Aku sedang berusaha meyakinkan diri bahwa ini bukan mimpi.

“Ya?” Jawabku. Berusaha bersikap penuh wibawa, menjaga citra sebagai lelaki baik-baik. Kita tidak pernah tahu akan bertemu jodoh dimana, kan? Siapa tahu wanita cantik di depanku adalah jodohku kelak.

“Mas Udin?” Tanyanya ragu-ragu.

“Iya.” Jawabku lagi. Masih berusaha tenang, walau hati sebenarnya dag dig dug didera geer.

“Mas, mau pulang ke kost?” Tanyanya lagi.

“Iya. Kenapa?” Hatiku mulai deg-degan memikirkan arah pembicaraan ini.

“Aku boleh ikut? Ada yang ingin aku bicarakan.”

Ahayyyy, seorang gadis cantik mendadak ingin ikut ke kostku? Ah pertanda apa ini, Tuhan Maha Baik. Rejeki memang bisa datang kapan saja, di mana saja. Tidak akan kutolak permintaan gadis ini. Kedekatan macam apapun bisa diawali dari sebuah kunjungan akrab ke kost lawan jenis. Otakku nakal.

Aku mengangguk, mengiyakan permintaannya. Gadis itu tersenyum kegirangan. Hatiku semakin dag dig dug.

Kami berjalan beriringan menuju kostku yang dekat kampus. Meskipun jadinya berputar, kupastikan kami berjalan bersama melewati kantin dan ruang himpunan. Pamer tentunya. Sudah pasti besok teman -temanku para lelaki haus belaian wanita akan memborbardirku dengan pertanyaan seputar siapa wanita cantik yang bersamaku. Hidungku kembang kempis, bungah oleh rasa jumawa.

Selama tiga tahun menghuni kampus ini, aku selalu single. Lama-kelamaan status single itu terdegradasi menjadi jomblo. Belakangan lebih parah lagi, aku diberi predikat jomblo putus asa. Berkali-kali ditolak wanita, dari fakultasku, maupun fakultas tetangga. Garis percintaanku memang kurang lurus. Dan hari ini, aku bisa jalan keliling kampus dengan seorang wanita cantik, tentu akan membukakan mata dunia, bahwa aku tidak seputus asa yang mereka kira. Ha ha ha.. Roda dunia memang selalu berputar.

Lima menit berjalan kaki, kami tiba di kost. Kubawa dia masuk ke kamarku, yang untungnya sedang dalam keadaan rapih.

“Mas Udin, benar mahasiswa teknik penerbangan?” Tanyanya sembari duduk di pinggir tempat tidurku.

“Ya, benar.”

“Dan Mas Udin yang sampai saat ini dapat IP tertinggi di jurusan teknik penerbangan?”

“Ya, benar.” Aku mulai bingung dengan arah pertanyaannya. Kutebak dia hendak minta bantuan tugas akhir. Ekspektasiku mulai turun. Dari kemungkinan pernyataan cinta, menjadi hanya sekedar memintaku jadi calo pembuat skripsi.

“Kalau begitu, Mas Udin pasti bisa bantu aku. Tolong perbaiki sayapku, aku harus segera pulang ke Istana para bidadari diatas langit.” Kalimatnya lugas, sembari membuka ransel, mengeluarkan sepasang sayap berbulu yang sedikit tersobek di salah satu sisinya.

Otakku kosong..

“Mas pasti bisa, pelajaran algoritma daya tekan udara, angin, keseimbangan turbulensi, surge control, bla bla bla. Pasti bisa diterapkan pada perbaikan sayapku. Aku harus bisa terbang lagi.” Celoteh bidadari cantik itu panjang lebar..

Otakku kosong..

Sekilas kesadaran menerpaku.

Baiklah saat ini aku egois. Kuputuskan: Aku harus bersikap seperti Jaka Tarub ketimbang ahli pesawat terbang.

Akan kurusakkan sayap ini, hingga bidadari didepanku tidak bisa pulang lagi, kemudian menjadi kekasihku. Ha..ha..ha..ha..

*evil grin

– – – –

 

In the arms of the angel,
Fly away from here,
From this dark, cold hotel room,
And the endlessness that you fear.
You are pulled from the wreckage,
Of your silent reverie.
You’re in the arms of the angel,
May you find some comfort here.

 

—–
Sarah McLahan ~ Angel

1st publish 30 July 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s