Postcards from Netherlands

Bandara Soekarno Hatta, pada siang hari yang cukup terik. Kuusap peluh. Mataku memicing, menyipit, berusaha beradaptasi dengan sinar matahari yang terang. Nampaknya sedang tidak ada program diskon di matahari, silau sekali jadinya.

Kenangan yang terserak. Emosi yang membludak. Kepalaku jadi terasa berdenyut-denyut.

– – – – – –

“We are very interesting with your research proposal. We will assist your research, we’ll provide the scholarship.”

“Umm.. Sir, but I am a conventional mother. I have two kids that have to be risen by me. Is there any possibility that I have kids allowance for my scholarship scheme, so I could bring my kids also?”

“Real sorry, Kinan. We can’t afford your kids.”

Aku tertunduk, tidak berani lagi menatap mata tiga orang komite beasiswa di depanku. Baiklah, mungkin permintaanku barusan sudah menggagalkan kesempatanku mendapat beasiswa. Aku kalah, bahkan sebelum berperang.

– – – –

Satu minggu berlalu, sebuah amplop, kugenggam erat. Isinya pemberitahuan bahwa aku mendapatkan beasiswa (tanpa kids allowance).

Meneruskan sekolah adalah gerbangku untuk menjadi Dosen. Selama ini aku hanya tercatat sebagai asisten dosen. Jika kuambil beasiswa tersebut, maka kelak secara finansial kehidupanku dan anak-anak akan lebih baik. Kami bisa mandiri, lepas sepenuhnya dari mantan suami yang sering melupakan janjinya saat sidang cerai, janji untuk memberi tunjangan rutin bagi pendidikan anak-anak.

Aku ingin anak-anakku hidup lebih baik, tapi kuatkah aku berpisah dari mereka?

Maka malam itu, kupanjatkan banyak doa dan munajat pada Allah, semoga Dia berkenan menuntunku pada jalan terbaik.

– – – – –

waktu tlah tiba, aku kan meninggalkan.
Tinggalkan kamu, tuk sementara.
Bujuk rayumu buat hatiku sedih
Kau bilang janganlahku pergi..

– – –

Netherland, Desember 2010.

Dear Aira, putri cantik momom. Akhirnya momom tiba di Belanda. Tepatnya kota Rotterdam. Sedang bersalju di sini. Kamu pasti akan terlonjak senang, karena bisa bermain salju seperti di film kartun yang biasa kamu tonton. Dan tahukah kamu, dengan dodolnya Momom pakai sendal Crocs yang bolong-bolong itu di suhu minus 10 derajat celcius. Jari kaki momom berkerut kedinginan. Momom berkemul dulu ya. Peluk hangat :*

– – –

Netherland, Januari 2011.

Hai Omar! Jagoan Momom. Peluuukkk, momom rinduh! Kamu tidak sedang mengusili kakak kan?

Dear Omar, disini ada Icon arsitektur terkenal, namanya cube house. Perancangnya Piet Blom. Pak Piet terinspirasi membangun rumah dengan bentuk unik, karena membayangkan bangunan tersebut sebagai kumpulan pohon, atau hutan. Keren sekali bangunannya. Ketika melihatnya, momom langsung teringat kamu yang senang sekali membuat bangunan dari balok-balokan kayu. Momom yakin, suatu saat Omar akan bangun gedung lebih iconic dari cube house ini. Peluuuuukk :*

– – – – – – – –

Aku hanya pergi tuk sementara
Bukan tuk meninggalkanmu selamanya..

– – –

Netherland, Februari 2011.

Hai krucils cantik dan ganteng!

Tempo hari momom ke museum Madame Tussaud di Amsterdam. Museum yang berisi patung lilin menyerupai orang-orang terkenal. Kalian pasti suka. Seandainya kalian disini.
Rindu.

– – –

Netherland, Maret 2011.

Kakak Aira dan Dedek Omar.

Apa kabar? Bulan ini Kakak ulang tahun ke empat ya. Maafkan momom tidak bisa menemani Aira. Walau berjauhan, doa momom menyertai Aira selalu.

– – –

Netherland, April 2011.

Hai kakak dan dedek.
Peluuuuuk, momom kangen. Momom tulis kartupos ini dari Kralingse Bos. Sebuah taman, dikelilingi danau buatan. Ada ayunan dan prosotan, kalian pasti senang sekali bermain di sini. Really wishing you were here, dear.

Oh iya, tempo hari di kedutaan ada Pasar Malam Indonesia. Yang paling menyenangkan adalah, Momom bisa beli KECAP BANGO!! What a surprise. Itu barang langka di sini. Sangaaat berharga. Hahaha. Momom mulai lebay. *kiss

– – –

Netherland, Mei 2011

Dear Aira cantik.

Pada bulan Maret, hingga akhir Mei ini, di Belanda ada pawai dan pameran bunga. Biasa disebut Koukenhof. Bunga-bunga tulip aneka warna dan rupa, ditata rapih seperti permadani. Indah sekali. Momom sempat menangis teringat Aira. Seandainya Aira di sini, pasti aira akan minta difoto dengan berbagai pose di dekat bunga-bungaan ini.

Saat parade ada berbagai bentuk kendaraan yang terbuat dari bunga. Ada yang berbentuk kereta api, dek Omar pasti suka ya.

Dear Aira, doakan Momom segera selesaikan thesisnya ya. Love you.

image

– – –

Netherland, Juni 2011

Dear Omar, Jagoan Momom.
Selamat ulang tahun ke dua. Allah selalu menjaga Omar. Amiin.

– – –

Brussel, Juli 2011

Dear jagoan dan tuan putri.

Erasmus University – kampus Momom, sedang libur. Momom ikut beberapa teman jalan-jalan, untuk mengisi waktu luang (soalnya kalau cuma di asrama, jadi terasa sepi dan rindu kalian).

Momom tulis postcard ini dari Brussel, tempat NATO berkantor. Walaupun secara sejarah, seharusnya mereka berbahasa Belanda, namun seiring berjalannya waktu, warga Brussel lebih banyak berbahasa perancis.

Banyak bangunan tua dan cantik di sini. Di Eropa, setiap bangunan seolah bernyawa, cantik dan berkharisma. Juga terawat.

– – –

Paris, Agustus 2011

Dear Aira dan Omar. Masih dalam rangka libur sekolah, Momom akhirnya menginjakkan kaki di Paris. Momom akan ajak kalian ke sini. Suatu saat kalian pasti ke sini. Momom janji. Amiin.

– – –

Netherland, September 2011

Dear Omar, arsitek Momom.

Ada jembatan yang sangat unik di Belanda, namanya Erasmus Bridge. Jembatan ini juga icon kota Rotterdam. Membentang sepanjang 800 meter di atas sungai New Meuse. Disangga oleh kabel, tidak pakai pondasi cakar ayam atau bahu sosro, seperti jembatan-jembatan di Jakarta.

Dear Omar, seandainya jarak Jakarta – Belanda hanya sepanjang jembatan Erasmus. Omar, rindu Momom rasanya sudah tidak bisa tertahan. *peluk

– – –

Roma, Oktober 2011

Dear Aira, Dear Omar.

Momom menulis postcard ini di depan Colloseum. Tempat para gladiator bertarung. Kelak akan Momom ceritakan perihal mereka. Rindu.

– – –

Dusseldorf, Oktober 2011

Dear Aira, Dear Omar.

Terimalah postcard ini dari Dusseldorf, salah satu kota di Jerman.

Doakan momom bisa bertahan, mengatasi rindu ini rasanya hampir gila. Momom rindu celoteh kalian. Rasanya ingin menangis tiap hari.

Setiap gedung, pemandangan alam, Momom sangat berharap bisa menikmatinya bersama kalian. Semoga doa Momom terkabul. Amiin.

– – – – –

Aku hanya pergi tuk sementara
Bukan tuk meninggalkanmu selamanya…

– – – – –

Kepalaku masih berdenyut-denyut, tertarik berbagai kenangan yang menyesakkan dada. Rasanya seperti limbung. Aku sangat rindu anak-anakku. Hingga…

“Momooooooommmmmm”
“Moooommmm”

Dua mahluk kecil berlarian ke arahku, memeluk pahaku dengan erat.

“Momooom, akhirnya momom pulang. Aira Kangeeennn.” Celoteh kakak.

“Iyaaaa Omar anen ugaaa.” Celoteh adik.

Aku kehilangan kata. Dua keindahan dunia berada di dekatku. Kalah semua keindahan gedung-gedung dan lansekap Eropa, dua anak kecil di depanku ini jauh lebih mengagumkan!

Aku berjongkok memeluk mereka, menangis di tengah hiruk pikuknya terminal kedatangan Bandara Soekarno Hatta. Ya, aku pulang.

Kulayangkan senyum pada kedua orangtuaku yang masih berada di kejauhan, kaki tua mereka tertatih berjalan ke arahku.

“Ayah, ibu, terimakasih sudah merawat buah hatiku selama aku tak ada.” Desisku dalam hati.

– – – – –

“Ish, Bitch! How could you finish your Master within 10 month? It supposed to be a year or more, right?” Nena, temanku menyemburkan kata-kata dengan semrawut.

“Aira dan Omar, mereka motivasi terbesarku. Long Distance Relationship, is never be a good relationship, never! Maka aku belajar giat dan keras agar hubungan jarak jauhku dengan anak-anak segera usai.”

“You are a damn lucky bitch!” Cecar Nena lagi.

Aku tersenyum, tak henti berucap syukur padaNya.

– – –

Aku hanya pergi tuk sementara
Bukan tuk meninggalkanmu selamanya
Aku pasti kan kembali pada dirimu
Tapi kau jangan nakal
Aku pasti kembali..

~pasto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s