modal

Usaha perlu modal ga sih? | Ya elo mah enak orang Bank, gampang dapet modal | Gue mau usaha tapi ga punya modal | dst.. dsb..

Demikianlah beberapa tipe pertanyaan yang sering dilontarkan teman-teman saya yang hendak berwirausaha. Kebanyakan seputar modal, spesifiknya seputar dana yang harus dikeluarkan untuk membangun sebuah usaha.

Sebelum bicara modal, samakan persepsi dulu ya, wirausaha definisinya orang yang menjalankan usaha dengan risiko untung/rugi. Usahanya, bisa berwujud penciptaan barang/jasa, bisa jual-beli barang/jasa, atau kombinasi penciptaan dan jual-beli. Nyolong? Itu tidak termasuk wirausaha ๐Ÿ™‚

Kenapa sih harus wirausaha? Yaa namanya juga ingin hidup lebih baik, maka meluaskan dan membuka banyak pintu rejeki adalah caranya, salah satunya dengan wirausaha. Jika sekarang masih bekerja, maka tidak perlu sok idealis mendadak resign untuk menjadi wirausahawan. Jadi mahluk amfibi saja dulu, satu kaki menjadi pegawai, kaki lain mulai menjajaki ranah wirausaha. Jika memang ranah wirausahanya sudah mulai mapan dan menjanjikan, silahkan pindahkan kedua kaki di ranah itu. Kalau saya, terus terang masih berstatus amfibi.

Repot dong, cape dong, waktunya habis dong, kapan senang-senangnya dong?

Ya itu pilihan. Hidup mana ada yang gampang ya. Kalau cuma mau hidup enak, kerja seadanya, nonton tivi, makan, lalu tidur, besok kerja lagi, dan seterusnya, ya silahkan. Tapi Jangan ngiler kalau kelak reuni, bertemu teman seangkatan yang tadinya kere sekarang sudah naik cooper hasil usahanya. Yang dulu terlihat lebih bodoh dari kita, sekarang sudah sukses. Mungkin dia bekerja lebih keras dibanding kita. Menunda kesenangan untuk mulai membangun usaha, menginvestasikan waktu beristirahatnya untuk mengembangkan usaha. Sementara kita mungkin sudah cukup senang dengan bisa maraton dvd tiap malam, jadi ya juga harus cukup senang kalau dikasih rejekinya seadanya.

Usaha apa, modal berapa?

Ga usah muluk-muluk juga pengen langsung buka usaha besar dengan modal besar. Pilihan bidang usaha yang bisa digarap sangat luas dan bervariasi, tergantung di mana hasrat kita menuju.

Misal, suka pemograman komputer, dengan jaringan pertemanan yang kuat dan luas, bisa dong minta satu atau dua subproyek pemrograman ke temen yang sudah lebih dulu berkecimpung di bidang itu. Kalau sudah dapat satu proyek, biasanya akan menyusul tawaran proyek berikutnya (asal hasil kerjaannya memuaskan). Butuh modal? Enggak. Ya mungkin butuh modal, beli CD program ini itu, atau peralatan abcd (saya ga paham), tapi modalnya relatif kecil. Puasa aja beli rokok sebulan, dijamin modal awal bisa terpenuhi. Kalau kelak portofolio dan client sudah banyak, bisa mulai sewa kantor deh, bisa mulai bikin badan usaha misalnya CV, dengan berbentuk badan usaha bisa mulai ikut tender sendiri deh, tidak lagi nebeng subproyek orang. Dan demikianlah usaha kita kelak, seperti gulungan bola saljunya bergulir, makin lama makin besar. (dicuplik dari pengalaman hidupnya salah seorang mantan :p).

Berlaku juga untuk desain interior atau arsitek misalnya, pertama bantu garap (subkontrak) proyeknya teman, lalu setelah portofolio banyak, klien banyak, berani dong ambil klien sendiri, tidak lagi hanya jadi subkontraktor. (dicuplik dari pengalaman hidup mantan yang lain :p :p)

Atau suka jualan baju, pernak-pernik, ini itu? Banyak banget tawaran untuk jadi reseller merk ini itu. Beberapa bahkan tidak mensyaratkan modal. Lapaknya? Toko Online aja dulu, yang gratisan bisa via fesbuk atau twiter. Bisa juga dengan membawa dagangan ke kantor/arisan jual ke temen-temen kantor/arisan. Ketika volume penjualan mulai besar, percayalah pasti akan lebih banyak merk ini itu yang menawarkan merk mereka untuk dititipkan pada (toko) kita. Modal? Nyaris ga ada. Kecuali jika produk mulai beragam dan banyak, bisa dipikirkan untuk buka lapak offline (merangkap gudang). (dicuplik dari pengalaman pribadi, juga pengalaman mantan :p :p :p)

Mau yang pakai modal? Agar lebih terasa tanggungjawabnya, jadi lebih niat kerjanya. Gampang, banyak banget franchise abcd bertebaran di masa kini. Pilihlah franchise yang paling berprospek, dan support dari master franchisenya bagus. Karena ketika berjalan, master franchise ini akan sangat membantu kita untuk berdiskusi seputar permasalahan operasional. (pengalaman pribadi)

Sebagai wirausaha pemula, jika memang membutuhkan dana, mungkin kongsi dengan beberapa teman adalah pilihan terbaik. Selain bisa brainstorming, untuk diversifikasi risiko, juga agar modalnya bisa ditanggung bareng-bareng. Jadi misalkan harus keluar modal 10juta, kalo ada 3 orang jadi kan cuma 3 jutaan perorang. Relatif ringan.

Lalu apa?

Ya udah.. Gitu aja sih. Bismillah, mulai deh usahanya. Selamat berwirausaha ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s