saat akhir

“Meski waktu akan mampu, mengambil seluruh ragaku. Kuingin kau tahu ku slalu milikmu yang mencintaiku, sepanjang hidupku..”

Denting piano usai. Permintaanmu agar aku memainkan lagu kesukaanmu sembari bernyanyi, telah kutunaikan.

Kupandang wajahmu, tersenyum. Tenang. Sangat tenang untuk ukuran seorang yang akan segera mati. Aku pindah dari kursi piano ke sofa. Duduk di sebelahmu.

“Aku bisa menghadapi apapun, asalkan aku tahu bahwa kamu mencintaiku. Mungkin kita bisa bertemu di dunia yang lain.” Kamu berbisik padaku, lembut.

Tanganku bergetar. Hal paling sulit tiba. Sunguh tepat nasehat yang mengatakan untuk berlaku profesional dalam melakukan tugas. Jangan libatkan hati.

Hari ini tiba. Aku harus mencabut nyawamu. Maafkan aku, kekasihku.

In the arms of the angel, fly away… from here..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s