Standard

DC vs Marvell

Saya sempat ikut keriaan massal, nonton film the avengers. Gegara nonton itu, saya jadi ingat jagoan-jagoan favorit saya.

Kalau ditanya superhero apa yang saya suka, saya akan jawab dengan cepat, “Batman!”

Alasannya sudah jelas, dia tampan, baik hati, kaya, dan superhero. Kualitas prima yang selayaknya dimiliki seluruh lelaki di dunia ini (heh?).

Jadi ceritanya saya tergila-gila Batman. Zaman dulu saya koleksi komik Batman (yang sekarang entah berada dimana). Zaman muda dulu, jika ada pacar yang berulangtahun, seringkali saya beri kado action figur Batman (modusnya ngasih kado, padahal sembari memuaskan hasrat beli pernak-pernik Batman). Pun ketika sudah menikah, saking saya suka Batman dan ga mau rugi, suami juga saya beri kado ulang tahun koleksi DVD Batman Movie lengkap (ini sebenernya niat kasih kado ke suami atau ke diri sendiri sih). Untungnya suami juga hobby nonton film (genre apapun), sehingga tidak protes dikasih kado DVD yang dilandasi niat terselubung itu hehe.

Sebenarnya saya suka semua superhero. Bayangkan, betapa amannya dunia jika semua jagoan itu benar eksis. Ada Power rangers, Satria baja hitam, Spiderman, Gatot kaca, Bimasakti, dll. Tapi jika boleh memilih, saya lebih suka superhero kreasi DC Comics. Seperti Superman dan Batman.

Setiap karakter superhero ala DC, digambarkan sebagai superhero yang benar-benar superhero. Maksudnya, mereka digambarkan sebagai sosok yang memang dari sananya sudah memiliki kekuatan super, sebagian juga bisa disebut mutan. Atau yaa Batman walau tidak punya kekuatan super tapi dia punya resources (baca: uang) untuk memfasilitasinya jadi super. Tidak memiliki masalah dalam kehidupan pribadinya, tidak ada pertentangan dalam nuraninya bahwa mereka memiliki kekuatan super. Sehingga seringkali ada adegan tokoh2 DC semacam ‘pamer’, menampakkan diri di depan publik seusai mereka memberantas kejahatan.

DC comics juga jarang mengangkat sisi manusiawi tokoh-tokoh superheronya, jarang ada plot dalam komik atau film DC comics yang menggambarkan perdebatan batin ketika harus mengambil keputusan. Semua tindakan karakter DC terlihat begitu teknis dan terstruktur. Sebagai pemuja pria superpower, tentu saya senang dengan keberadaan Batman dan Superman. Siapa juga yang suka cowo menye-menye, dikit-dikit galau, bicara dan mempermasalahkan tentang perasaan ya. Cowo itu fitrahnya cool, perasaan ya disimpan aja dihati, dirasain, ga usah diomongin, kecuali kepepet. Apalagi kalau jadi superhero, haram hukumnya sedih. Hehe.

Satu-satunya film DC comics yang menurut saya menampilkan sisi manusiawi superheronya adalah Batman Begins. Menceritakan usaha Bruce Wayne untuk bangkit dari trauma masa lalunya, mengalami pergulatan batin hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi Batman.

Bandingkan DC dengan superhero rekaan Marvell comics. Marvell selalu mengangkat sisi manusiawi tiap-tiap karakternya. Mereka digambarkan sebagai sosok-sosok yang bermasalah dalam hidupnya. Korban-korban radiasi atau mutasi genetis, yang memiliki kekecewaan dalam hidup, juga memiliki kesulitan mengatasi letupan emosi. Beberapa digambarkan berjuang untuk menerima keadaan masa lalunya yang buruk. Dalam keseharian juga beberapa digambarkan miskin. Sepanjang alur cerita juga biasanya di banjiri kata-kata bijak seputar perasaan (hedeuhh itu Captain America, superhero paling melankolis :p )

Jadi intinya, saya lebih suka DC comics. Karena menurut saya, superhero ya superhero. Ga boleh menye-menye, ga boleh galau, ga boleh merasa punya kekurangan, ga boleh miskin. Hehehe. Kalau mau nonton film yang isinya sedih dan galau, tonton aja film romantis atau serial korea, jangan nonton film superhero. Kira-kira begitu pertimbangannya.

Sampaiiiii..

Saya menonton the Avengers dan melihat Iron Man! Hah!

Sebelumnya saya sudah pernah menonton The Iron Man, dan saat itu saya tidak tergugah. Pada film Iron Man itu (prequel the Avengers), Tony Stark / Iron Man digambarkan sebagai pria emosional, korban penyiksaan yang kemudian jantungnya rusak dan harus ditambal irradium (bener ga ya nama mineralnya?), sering galau, juga tidak memiliki kekuatan super kecuali jika menggunakan baju besi yang menurut saya ribet itu (bandingkan dengan baju ketatnya Batman yang keren). Ya saya tidak tergugah untuk ngefans Tony Stark.

Hingga akhirnyaaa dia muncul di The Avengers, dengan karakter milyuner selenge’an, ceplas ceplos seenaknya, bad boys, dan tidak menyembunyikan identitas superheronya. He’s Awesome! Mirip Batman, namun Iron Man lebih hidup, lebih ceria (walau saya tetap tidak suka kostumnya).

Jadi ya baiklah, DC keren. Marvell juga keren. *ababil mode on*.

Lalu film the avengers nya bagaimana? menurut saya bagus, tapi ga istimewa (siap ditimpuk). Dalam prequelnya, Loki bisa dikalahkan oleh Thor seorang. Lalu kenapa di the avengers musuhnya ‘cuma’ Loki lagi (walau dibantu chitauri), padahal jagoannya ada banyak? Semacam mubazir dan ga strategis gitu. Mestinya musuhnya lebih banyak, lebih keren, jadi sebanding dengan kumpulan para superhero itu.

Chitauri juga bentuknya seperti robot-robot dengan kendaraan terbang pulak, yang menurut hemat saya, agak janggal jika dilawan dengan pasukan infanteri seperti hawkeye, captain america, dan natasha. Telat lah. Mestinya ya sebelum chitauri mendarat, disandingkan dengan airforce atau autobots terbang, tempur dulu di udara (sementara hanya ironman anggota avengers yang bisa terbang).

Ditambah lagi dengan plot tesseract, digunakan untuk membuka pintu dimensi lain, miripppp banget banget banget dengan plot transformers III yang menggunakan cube untuk membuka pintu ke planet lain. Saya berharapnya akan menemui plot semacam teori konspirasi, seperti kalau kita menonton Jack bauer di 24 atau prison break, tapi yaa ternyata sampai akhir film saya menanti twist seperti itu kok ya ga muncul. Makanya agak sedikit kecewa. Hiks

Tapi terlepas dari itu semua, yaa tetap termasuk film bagus. Mungkin saya aja yang over ekspektasinya.

Oiya selain Iron Man, saya suka peranan dan karakter hulk! Saat dia jadi manusia, maupun jadi hulk. Pintar, cool, senang membantu sesama. Dan paling kuat diantara jagoan lainnya. Keren.

Jadi, batman and iron man. DC and Marvells, I love you both!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s