Menabung

Seringkali teman – teman bertanya kepada saya:

“Kalo mau nabung untuk anak yang bagus apaan sih?”

“Gue udah punya tabungan xyz di Bank ABC. Untuk anak kedua gw mau coba yang lain, nabung di asuransi atau apa nih?”

(dan beberapa pertanyaan sejenisnya.)

Dan karena pekerjaan,  maka seringkali pertanyaan semacam ini tidak terjawab. (Yaiyelaah, makan sambil tandatangan warkat, pipis sambil ditungguin karena harus kasih otorisasi, boroboro jawabin telepon atau bbm yang isinya begituan deh hehe. Ih curhat).

Karena sekarang saya relatif sudah tidak harus menjadwal pipis dan bisa makan dengan dua tangan, maka pertanyaan semacam itu via bbm atau media komunikasi lainnya, mulai bisa saya tanggapi. Ternyata getok tular, yang bertanya semacam itu jadi semakin sering.

Saya mencoba menulis seadanya, semacam wawasan awal untuk teman-teman yang bingung, ‘mau ditabung dimana uang saya?’.  Karena ada aja  yang protes kalo saya jawab BBM/SMSnya lama (saya kan seringkali harus (sok) sibuk, wekss).

————————————–

Eehemm, tentang menabung.. jadi begini… (kipas kipas pake member card ‘Certified Wealth Manager Association’ – CWMA level 3. ijiiikkkkkk level tiga doang bangga haha).

Pertama.  Kita sepakati dulu, apabila di sini saya menggunakan kata ‘menabung’, itu berarti menabung dalam arti luas, yaitu  ‘kegiatan menyisihkan penghasilan kita untuk tujuan tertentu, apapun bentuk instrumen simpanannya’.

Hal ini untuk menghindari kerancuan pemahaman dengan kata ‘Tabungan’ yang merupakan salah satu produk bank. (Menabung dalam arti lebih spesifik bagi saya adalah, menyimpan uang kita dalam produk perbankan bernama ‘tabungan’).

Kedua. Bahwa untuk setiap kepentingan, maka menabung harus memiliki Tujuan dan Jangka Waktu. Kalimat; “Tabungan untuk anak gue”, rasanya belum cukup untuk menggambarkan tujuan dan jangka waktu menabung. Gunakan kalimat yang lebih spesifik, misalkan; “untuk persiapan anak gue masuk SD 3 tahun lagi” , “untuk persiapan anak gue kuliah 20tahun lagi,” “untuk persiapan anak gue nikah 25tahun lagi”, dan seterusnya.

Tujuan dan Jangka waktu menjadi penting dalam perencanaan keuangan, karena dengan adanya tujuan dan jangka waktu, kita menjadi lebih disiplin dan bertanggungjawab dalam menyisihkan uang untuk tujuan tersebut. Juga agar tidak putus ditengah jalan atau digunakan untuk kepentingan lain diluar tujuan yang telah ditetapkan.

Ketiga. Dalam dunia nyata kita mengenal kata – kata inflasi. Menurut textbook kuliah saya zaman dahulu kala (Samuelson dan Nordhaus, 2002: 578-603) “Inflasi dinyatakan sebagai kenaikan harga secara umum.” Jadi tingkat inflasi adalah tingkat perubahan harga secara umum. Bahwa uang sejumlah 1000 rupiah yang kita miliki saat ini, belum tentu dapat membeli produk yang sama pada 10 tahun kedepan, karena ada tingkat inflasi yang harus dicermati. Inflasi Indonesia per April 2011 adalah sebesar 6,16% (BI). Maka menjadi penting untuk menabung pada instrumen yang hasilnya diatas tingkat inflasi, terutama bila diperuntukkan untuk jangka panjang.

Okayyy beberapa hal penting sudah disepakati, maka berikut ini adalah beberapa instrumen yang dapat digunakan untuk menabung, khususnya untuk kepentingan putra – putri kita kelak. Saya membaginya berdasarkan Jangka Waktu.

Jangka Pendek:

Saya sebut sebagai Jangka Pendek apabila tujuan tersebut memiliki batas waktu antara 1 – 3 tahun kedepan. Untuk tujuan jangka pendek seperti ini, instrumen dengan tingkat likuiditas tinggi dan return yang relatif ‘pasti’ adalah pilihan yang cukup baik. Semangatnya adalah untuk mendisiplinkan kita menabung, daripada uangnya tersimpan dalam rekening tabungan biasa, yang notabene memiliki ATM, sehingga mudah terpakai untuk hal yang sia-sia, seperti belanja karena laparmata.

– Tabungan Berjangka : Tabungan ini biasanya berbentuk autodebet. Tabungan berjangka akan otomatis mengambil dana dari tabungan sumber, dengan jumlah nominal tetap setiap bulannya. Suku bunga tabungan berjangka berkisar 1-1,5% pertahun.

Kelebihan produk ini adalah biasanya dibundling dengan asuransi jiwa, sehingga bila terjadi sesuatu dengan penabung, maka tabungan tersebut akan diteruskan oleh pihak bank hingga jangka waktu autodebet selesai. Kekurangannya adalah bahwa sukubunga tabungan berjangka berada dibawah tingkat inflasi, itulah sebabnya tabungan berjangka tidak cocok sebagai instrumen menabung jangka panjang. Contoh tabungan berjangka adalah Mandiri Tabungan Rencana, Tabungan Mapan (CIMB).

– Deposito. Produk Deposito biasanya tersedia dalam jangka waktu 1,3,6,12 dan 24 bulan. Produk deposito masa kini dilengkapi dengan fitur auto renewal, sehingga ketika jangka waktu pencairan tiba namun kita belum membutuhkan uang tersebut, bisa otomatis diperpanjang. Suku bunga deposito berkisar antara 3-5% pertahun. Namun untuk produk deposito, kita tidak bisa melakukan autodebet, sehingga harus datang ke Bank apabila hendak menambah nominal deposito kita. Kecuali kalau kita memiliki internet banking, biasanya sudah ada menu pembukaan deposito online di sistem tersebut sehingga kita bisa melakukan pembuatan deposito baru tanpa harus datang ke Bank.

Jangka Menengah dan Panjang

Disebut jangka menengah bila dia uang yang ditabung baru akan digunakan antara 3 – 5 tahun kedepan. Disebut jangka panjang bila uang yang ditabung baru akan terpakai lebih dari 5 tahun kedepan.  Dalam bahasan kali ini saya gabung instrumen untuk jangka menengah dan panjang, biar hemat waktu. lain kali akan saya bahas lebih detail untuk jangak menengah dan jangka Panjang.

Untuk rentang waktu yang cukup lama (3-5 tahun, atau lebih), selayaknya kita menabung sekaligus memperhatikan tingkat inflasi dan tingkat pengembalian (biasa disebut bunga atau return). Tujuannya agar uang kita tidak terpengaruh inflasi.  Beberapa instrumen yang bisa digunakan untuk menabung jangka menengah dan panjang adalah:

– Bancassurance. Produk ini adalah produk asuransi yang dijual di bank. Biasanya berbentuk asuransi unitlink. Bancassurance mengkombinasikan antara investasi dan proteksi. Karena ini adalah produk investasi, maka return yang dihasilkan biasanya lebih tinggi ketimbang produk perbankan lainnya. Return bancassurance biasanya berkisar antara 10-14% pertahun. Dan karenabancassurance juga memberikan proteksi, maka apabila terjadi sesuatu pada penabung (atau biasa disebut pemegang polis), maka akan ada uang pertanggungan untuk jiwa dan rawat inap. Mengenai mekanisme kerja bancassurance sehingga bisa menghasilkan 10-14% akan dibahas lain waktu ya. pokoknya ini sekedar wacana bahwa ada mahluk bernama bancassurance. Beberapa bank yang menyediakan bancassurance adalah Mandiri (Axa Mandiri), BNI, BCA.

– Reksadana. Reksadana termasuk kedalam produk investasi yang juga bisa dibeli di bank (selain membeli langsung di Manager Investasi). Bedanya dengan bancassurance adalah, bahwa dalam reksadana seluruh uang kita akan diinvestasikan, tidak ada bagian yang dipotong untuk membayar premi. Dengan demikian diharapkan hasil reksadana akan lebih besar ketimbang bancassurance.

Ketika kita ingin berinvestasi di pasar keuangan  (misal, saham, obligasi, SUN) namun kita tidak memiliki waktu dan pengetahuan yang cukup, maka reksadana bisa menjadi pilihan. Return yang dihasilkan relatif lebih tinggi dari produk  perbankan biasa. Mengenai mekanisme ber-reksadana, akan dibahas pada thread lain saja yaa. karena juga cukup panjang seperti halnya bancassurance.

Oh iya, untuk Bancassurance dan Reksadana, Bank hanya bertindak sebagai agen penjual, sehingga produk ini tidak ikut dalam penjaminan Bank Indonesia.Yang artinya, jika terjadi risiko dalam produk bancassurance atau reksadana, maka nasabah tidak mendapat penggantian dari pemerintah. (Untuk produk tabungan/deposito, jika terjadi gagal bayar oleh pihak bank, maka nasabah akan mendapat penggantian dari pemerintah.)

—————————————-

Diluar instrumen perbankan dan pasar keuangan yang saya sebutkan diatas, ada satu instrumen lagi yang menurut saya sangat dekat dengan para Ibu.

Yap. Emas !

Trend yang berlaku saat ini adalah orang menabung uangnya dalam bentuk emas lempengan atau biasa disebut logam mulia. Karena sejarah mencatat, kenaikan harga emas setiap tahunnya selalu diatas angka inflasi. Emas juga lebih likuid, artinya kita bisa  menjual dengan cepat emas yang dimiliki  ketika kita membutuhkan uang.

Kenapa lempeng logam mulia, apa bedanya jika kita menabung dalam bentuk emas perhiasan, bukankah malah emas perhiasan bisa sekaligus dipakai?

Jawabannya adalah karena lempeng logam mulia harganya lebih murah daripada emas perhiasan. Hal ini dikarenakan dalam lempeng logam mulia tidak ada  ongkos pengrajin perhiasan juga ongkos desain.

Logam mulia biasanya tersedia dalam beberapa gramasi. Yang terkecil adalah 1gram. kemudian ada 5gr, 10gr dan 20 gr. Lempeng dengan gramasi lebih kecil berharga lebih mahal, namun dia lebih liquid dan lebih cocok untuk dijadikan tabungan.

Kita bisa mulai secepatnya menabung dalam logam mulia. Misalnya disiplin membeli satu gram logam mulia setiap bulannya. Harga LM ketika saya baru pertama kali belajar menabung adalah sekitar  rp200ribuan /gr (4 tahun yl). saat ini harga LM ada diangka rp520rb/gr. Mhhm yummy. Bandingkan kalau saya hanya meletakkan uang tabungan saya diinstrumen tabungan berjangka. Butuh waktu berapa lama agar bisa menjadi 200% begitu returnnya 🙂

Ya, logam mulia bisa menjadi alternatif menabung. Asalkan disiplin tidak dijual sebelum waktunya tiba. Bisa dibeli dimana saja, resminya bisa dibeli di Antam (daerah Jl. Pemuda rawamangun). Jika berkunjung ke Antam, pastikan anda membawa fotokopi KTP.  Selain di Antam, kita juga bisa membeli LM di toko emas biasa, namun pastikan ada sertifikatnya. Juga cek harga dulu di logammulia.com agar tidak dibohongi penjualnya 🙂

———————————-

Satu lagi alternatif untuk tabungan anak, kalau memiliki rencana menyekolahkan anak diluar negeri: Anda bisa mulai mencicil membeli dollar atau hardcurrency lainnya (misalnya euro) sejak sekarang. Simpan uang tersebut di Bank dalam bentuk deposito dollar atau euro. Jangan disimpan dalam bentuk uang kertas, karena seri uang kertas asing sangat cepat berubah spesimennya. lebih baik disimpan dalam bentuk devisa umum (sebutan untuk uang asing dalam rekening tabungan).

Kenapa harus mulai mencicil membeli mata uang asing jika ada rencana keluar negeri? Hal ini untuk menghindari fluktuasi harga uang asing yang naik turun. Ingat kejadian krisis ekonomi tahun 1998, dimana dollar Amerika yang biasanya bisa dibeli dengan uang 2000 rupiah/USD, tiba-tiba melonjak menjadi 20.000 rupiah/ USD. Dengan mencicil membeli Dollar sejak sekarang, maka ketika waktunya untuk menyekolahkan anak tiba, kita tidak lagi bermasalah dengan rupiah menguat atau melemah 🙂

Bukan karena tidak cinta rupiah, namun hingga saat ini rupiah belum termasuk hardcurrency, belum banyak digunakan secara internasional, sehingga sangat rentan fluktuasinya. Jangan sampai rencana untuk anak – anak kita terbengkalai hanya karena tiba – tiba rupiah melemah drastis (1998 in memoriam ).

————————-

Sekian dulu. Selamat menabuuunggg *semangatin diri sendiri*

Advertisements

3 thoughts on “Menabung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s