Standard

Kisah kupu-kupu yang lucu

20120325-171405.jpg

Kupu-kupu yang lucu terbang kebingungan di dekat perdu mawar. Berwarna oranye cerah, dia adalah anggota terakhir dari klan kupu-kupu karakter yang ada di dunia ini. Saudara-saudaranya,  kupu-kupu yang cantik, kupu-kupu yang pintar, kupu-kupu yang bijaksana, kupu-kupu yang cerdas, dan banyak kupu-kupu karakter lainnya, namun hari ini mereka punah. Sebuah jala raksasa di tebarkan di atas kerajaan mereka, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Seluruh klan kupu-kupu karakter terperangkap, mati terhisap lem lengket di jala itu. Seketika daur hidup klan kupu-kupu katakter putus, tinggal dia satu-satunya yang tersisa, si kupu-kupu yang lucu.

“Semua saudaraku punah. Ayah dan ibuku yang bijaksana tiada. Apa yang bisa kulakukan untuk dunia ini. Dunia tidak membutuhkan kelucuan. Lucu saja tidak bisa menyelesaikan masalah.” Renung kupu-kupu yang lucu pada pojokan rumpun mawar. Hatinya merutuki, mengapa tidak dilahirkan sebagai kupu-kupu pintar, atau kupu-kupu pemberani. Ia yakin bahwa jika yang tersisa adalah sepupunya si kupu-kupu yang pintar atau adiknya si kupu-kupu pemberani, pasti mereka tahu harus berbuat apa jika sendirian di dunia ini. Bahkan mungkin mereka tahu bagaimana caranya melahirkan kembali klan kupu-kupu karakter.

Kupu-kupu yang lucu lalu terbang mendekati jala raksasa. Tempat dimana jasad ayah ibu dan sanak saudaranya terperangkap. Hasratnya tak tertahan untuk menyusul ayah ibu dan saudara-saudaranya. Dikepakkan sayapnya keras-keras, terbang cepat ke arah jala raksasa, berharap dirinya ikut tersangkut di sana.

“Tungguuuuuuuu…..” Sebuah suara mengagetkan kupu-kupu yang lucu. “Jangan berfikir bodoh hendak mengakhiri hidup. Ingat kamu adalah kupu-kupu terakhir dari klanmu. Kewajibanmu untuk menyelamatkan  tersisa.”

Kupu-kupu yang lucu menengok ke arah sumber suara. Sesosok kupu-kupu gagah terbang dihadapannya.

“Semua saudaraku sudah tiada. Tidak ada yang tersisa.”

“Itu yang tampak olehmu. Lalu bagaimana nasib saudara-saudaramu yang masih berada dalam kepompong di pojok pohon itu? Lalu ulat-ulat di pohon itu? lalu telur-telur ulat di balik batang pohon itu? Mereka tidak terkena jala. Mereka bagian dari klanmu. Tugasmu menuntun mereka, meneruskan klan.”

“Tapi aku hanya kupu-kupu lucu. Apa yang bisa diharapkan dari aku?”

“Kelucuanmu bisa membangkitkan semangat. Kelucuanmu yang akan mengobati kesedihan mereka karena lahir ke dunia tidak didampingi ayah-ibunya. Kelucuanmu bisa menghibur mereka. Bertahanlah, kamu akan segera mendapat saudara-saudara baru. Dunia juga butuh sisi lucu, sisi humor, tidak melulu serius. Persiapkan dirimu untuk menjadi pembimbing bagi mereka.”

“Siapakah dirimu wahai kupu-kupu gagah?”

“Aku kupu-kupu panglima. Klanku genetis tempur, bertugas menjaga klanmu, memastikan bahwa setiap karakter terpelihara dengan baik. Kesalahan kami hari ini mengakibatkan seluruh klanmu luput dari penjagaan. Aku mewakili klanku memohon maaf kepadamu, wahai kupu-kupu lucu. Jika saja aku sadar lebih awal bahwa ada jala ditebar di atas kerajaan kalian, pasti tragedi ini akan terhindar. Mari kita sama-sama berdoa, dari telur, ulat dan kepompong yang tersisa bisa kembali mewakili semua karakter baik yang pernah ada. Semoga tidak ada rantai karakter baik yang putus. Sekali lagi kami mohon maaf.” Kupu-kupu panglima menunduk takzim, menunjukkan hormat dan permohonan maaf.

Kupu-kupu yang lucu terkesiap dan tersadar, takdir alam selama ini telah menggariskan bahu-membahu antar klan kupu-kupu, juga dengan jenis hewan lain. Bahkan jika tidak ada satupun kupu-kupu dan kepompong , atau ulat dan telur dari klannya yang tersisa, masih ada klan lain yang bisa menemani. Dia tidak sendirian. Suatu keyakinan timbul di dirinya, bahwa dia bisa meneruskan klannya kembali.

“Terimakasih atas petunjuk dan kebijaksanaanmu, wahai kupu-kupu panglima. Terimakasih juga atas kesediaanmu selama ini menjaga klan kami. Akan kuingat selalu pesanmu, menggunakan karakter diriku sebaik mungkin. Akan aku hibur saudara-saudaraku yang kelak lahir, hingga mereka siap menjadi karakter mereka masing-masing.”

— —

Bulan demi bulan berlalu. Klan Kupu-kupu karakter tidak jadi punah. Berkat penjagaan dan perawatan, seluruh karakter baik dapat terselamatkan. Setelah beberapa generasi mengalami metamorfosis, klan kupu-kupu karakter tidak serapuh dahulu. Mereka terlihat lebih kuat.

Konon karena moyang mereka, kupu-kupu yang lucu akhirnya memutuskan menikah dengan kupu-kupu panglima. Ketika Kekuatan fisik dan karakter baik disatukan dalam dunia kupu-kupu. “Semoga membawa manfaat lebih baik bagi seluruh umat.” Demikian pertimbangan nenek moyang mereka kala memutuskan untuk menikah antar klan.

– – – –

Andaikan ini bukan fabel, namun cerita di dunia nyata. Ketika karakter baik dan kekuatan fisik bisa disatukan untuk kebaikan umat. Damainya dunia…

Advertisements

4 thoughts on “Kisah kupu-kupu yang lucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s