Suara yang menakutkan

Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Bima sudah memakai piyama, siap untuk tidur. Mama mengajak Bima masuk ke kamar.

“Bima tidur duluan ya. Nanti Mama menyusul, masih ada cucian piring yang harus dibersihkan.” Bima mengangguk pelan. Anak lelaki berumur empat tahun itu menarik selimutnya hingga menutupi dada. Bima masih tidur dengan Mama Papa, namun dia sudah berani tidur duluan tanpa ditemani, biasanya karena Mama masih harus merapihkan rumah.

Tik… tik.. tik…
Terdengar suara dari luar jendela kamar. Bima menajamkan pendengarannya. Sesaat dia merasa takut mendengar suara tersebut. Namun setelah didengar dengan seksama, rasa takutnya hilang.

“Hanya suara titik hujan di atas genting.” Bisik Bima pelan, sembari meniru lirik lagu yang sering dinyanyikan mama untuknya. Lalu Bima berusaha memejamkan matanya.

Toookkkkeeekkkk…. Toookkkeeekkkk.. Tooookkkeeeekk….
Terdengar suara menyeramkan dari luar jendela kamarnya. Refleks Bima berteriak. “Mamaaaaaa… mamaaaaa……”

Mama masuk ke dalam kamar.

“Ada apa sayang?”

“Mama, dengar suara itu. Menyeramkan sekali. Aku takut.”

Mama tersenyum kecil. “Itu suara Tokek, Bima. Masih ingat tokek? Hewan seperti cicak namun bentuknya lebih besar. Tidak perlu takut, suara tokek memang lucu seperti itu.” Bima mengangguk tenang mendengar penjelasan Mamanya.

Bima mencoba menutup matanya lagi. Kali ini Mama masih menemani di kamar. Tak berapa lama…

Kwook kwookk.. kwokk.. kwookkk…

Bima membuka matanya lagi.

“Itu suara apa Mama? Seram sekali..” Bima menggenggam tangan Mama.

“Suara kodok sayang, ketika hujan kodok sering berbunyi. kwook kwook kwoook, begitu bunyinya. Lucu yaa?” Jawab Mama tersenyum sabar.

Tidak berapa lama..

Kriiiiiikk… kriiiiikkk… kriiik..”

“Itu suara apa, Mama?

“Itu suara jangkrik. Serangga yang sering bernyanyi di malam hari. Indah kan suara nyanyian mereka?”

Bima mengangguk mendengar penjelasan Mama.

Lalu..

Groooookkkzz.. groooookzzz….

“Mamaaa… dengar suara itu? kalau itu aku tidak takut.” Ucap Bima seraya tertawa mendengar dengkuran.

“Hihihi.. iya, sepertinya Papa tertidur di depan tv. Yuk kamu sekarang tidur. Nanti mama minta papa pindah ke kamar, sekalian menemani kamu. Sudah tidak ada lagi suara yang mengganggu, kan? Kalaupun ada, itu suara binatang yang hidup di malam hari. Suara mereka lucu-lucu, kamu tidak perlu takut.”

“Baik Ma..”
Mama keluar kamar hendak membangunkan Papa. Bima berusaha memejamkan matanya lagi.

Tak berapa lama..

Teeeeeee…….. sattteeeeeee…
Terdengar lagi suara melengking dengan nada yang aneh.

Bima terbangun.

“Mama.. mamaaa….” Mama tergopoh masuk ke dalam kamar. “Mama, kalau ini aku tidak takut. Aku tahu itu suara tukang sate. Aku lapar mama, kita beli sate yaa.”

Mama tersenyum mendengar permintaan Bima.

“Yuuuukk panggil tukang satenya. Kamu susah tidur karena masih lapar ya? Tapi setelah makan sate, kita gosok gigi lagi ya.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s