Standard

Senyum untuk mu yang lucu

Pasar keuangan dunia sedang sepi. Sejak pukul 8 malam hingga tengah malam ini, baru lima transaksi kulakukan di forex market , padahal forex market adalah pasar yang paling liquid dan dinamis dibanding Wanza di money market dan Tomi di bond market. Kulirik Wanza sibuk menekuni golf diggest. Tomi, khusu’ dengan PSP nya. Layar Reuterku sepi, Bloomberg juga sunyi.

Aku berpamitan ke toilet, “Za, kalo ada yang ping, tolong hold bentar. Gw pipis.”

“Okay.” Jawab wanza tanpa menoleh.

Aku melangkah keluar. Bukan ke toilet, melainkan berhenti di meja Udin, security yang kebagian shift malam hari ini. Udin tidak ditempat. Aku lega.

Aku duduk di meja udin, menghadap layar CCTV. Kuketuk-ketuk monitor nomor 5. Monitor yang menunjukkan lorong menuju gudang dan toilet. Aku menanti. Tidak terjadi perubahan apa-apa pada layar monitor. Kuketuk lagi layar monitor. Tak berapa lama layar monitor hitam putih itu berubah menjadi gelap. Lalu perlahan membentuk gambar wajah yang sangat kuhapal.

Dia tersenyum, diantara untaian rambut panjang yang menutupi sebagian wajahnya. Aku meraba layar monitor, tepat dibagian yang menampilkan bibir manis nya. Senyum nya semakin cantik. Aku pun ikut tersenyum melihatnya. “Wajahmu lucu, cantik.” Bisikku.

“Mas.. Ma..Ma..Mas Dwi, ka.. ka.. Mu.. Liat itu di layar.. Itu di layar yang mas dwi pegang… Maasssss..” Tetiba Udin ada di belakang ku, melihat layar monitor yang kusentuh. Mas… Du..du..wi, itu gambar perempuan.. Itu se.. Se…” Udin pucat dan langsung kabur kedalam ruang trading.

Aku tersenyum lagi pada wajah lucu di layar itu. Tak peduli orang-orang akan menganggap dia menyeramkan, tapi menurutku Chibi adalah penampakan wanita paling lucu diantara mahluk halus lain di kantor ini. Sayang hanya bisa kulihat dia melalui CCTV, tidak seperti teman-temannya yang terkadang menampakkan diri secara langsung.

“Selamat malam Chibi, aku kerja lagi ya. See you next week. Have a nice long weekend.” Aku tersenyum, Chibi pun tersenyum. Aku melangkah ke dalam ruang trading. Masih ada PR untukku; mengarang cerita untuk menenangkan Udin yang shock.

Advertisements

4 thoughts on “Senyum untuk mu yang lucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s