Standard

Aku benci kamu hari ini.

“Pagi mbak Tita cayaang.” Sapaku centil pada wanita cantik di meja resepsionis. Biasanya dia yang menyapaku lebih dulu.

“Apa sih Mas Joni. Ga usah cayang-cayang. Aku ga suka liat muka Mas Joni.” Jawabnya judes, tidak seperti biasanya.

“Ow ow, ada yang lagi sensi. Joni turn invisible. Kalo nanti kangen, sebut namaku tiga kali ya. Aku akan datang.” Kataku asal bunyi, tidak menggubris judesnya pagi ini. Biasalah itu wanita, nampaknya mbak cantik sedang dilanda mens period.

– – – –

“Mbak titaaa, kok belum lunch. Ga ada temennya yaaa. Bareng aku yuk.” Sapaku ramah, takut juga disemprot judes lagi kalau kusapa dengan centil seperti pagi tadi.

“Apa sih Mas Jon. Aku ga sudi liat muka Mas Joni. Sana pergi.” Jawabnya masih judes, dengan kadar lebih tinggi ketimbang pagi tadi.

“Ups. Masih sensi. Yo wis aku duluan. Take care yo mbak.” Jawabku berusaha sopan. Mungkin penyebab judesnya bukan mens period. Konon ada fase dimana cewe lebih galak ketimbang saat mens. Pre Menstruation Syndrom namanya.

– – – –

“Mbak tita, udah malem ini. Belum dijemput suaminya ya. Bareng aku sampai stasiun?” Tanyaku sopan tingkat tinggi masih kuatir kena semprot. Gila aja kalo nawarin tebengan gini masih di sem..prot..juga..

“Apaan sih Mas Jon. Aku benci Mas Joni hari ini. Benci benci benci !” Jawabnya histeris.

Upsss. Kurasa Mbak Tita bukan sekedar pre menstruation syndrom. Permanent Mens Syndrom lebih tepat. Blaaah wanita sulit dipahami. Pantas saja belakangan ini banyak pria memilih pria. Ups..Eling Joni. *ketok jidat tiga kali*

– – – – –

Esok paginya aku melewati meja resepsionis dengan mengendap-endap. Serem juga dijudesin pagi-pagi.

“Mas Joni !” Ups Mbak Tita melihatku lewat.

“Iya mbak cantik.” Jawaban sopan pangkat tinggi.

“Sini. Aku foto.” Mendadak dia mengarahkan ponsel kameranya kepadaku.

“Mbak Tita kenapa? Aku ada salah apa sih?” Aku mulai kehilangan kesabaran. “Kemaren aku dijudesin, mbak Tita bilang benci pula. Tapi hari ini minta foto. Salah aku apa?”

“Brisik ah! Aku hamil. Pengennya anak pertama cowo, yang ganteng seperti Mas Joni. Katanya, ketika kita membenci seseorang saat hamil, anak kita bisa mirip orang yang dibenci. Sini cepetan foto.. Biar dirumah juga bisa aku bilang ‘benci benci benci’ sambil liat fotonya.”

Aku menggaruk kepala mendengar penjelasan mbak Tita.

“…Aaaaakk W a n i t a”

– – – –

*clueless*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s