Standard

Ada dia di mata mu

Kamu, sekarang bergelar Putri. Putri Romola namamu. Dan lelaki di sebelahmu, Pangeran Theo yang telah menyunting dan menjadikan mu sebagai putri kerajaan. Kisah kalian mirip dongeng cinderela, seorang wanita miskin berhasil memikat putra mahkota kerajaan. Mereka menikah dan hidup bahagia selamanya.

Seperti itu pun pemandangan yang terlihat saat ini, Pangeran dan Putri berdiri berangkulan di depan ku. Di depan kandangku. Telinga kecilku tidak dapat mendengar perkataan kalian, kecuali tanganmu sesekali menunjukku. Dan matamu putri, matamu penuh binar bahagia memandang pangeran itu. Mata penuh ucap terimakasih, entah untuk apa. Mungkin terimakasih atas semua kemewahan hidup yang kamu nikmati saat ini, Romola.

Dan aku?
Ya, aku hanyalah seekor katak yang tidak selayaknya menjadi katak. Ketika kamu tidak sengaja membuat murka penyihir jahat, aku merelakan diri membebaskanmu dari kutukan. Aku menciummu yang tersihir menjadi katak. Memindahkan kutukan kedalam diriku. Merelakan diriku menjadi katak. Meninggalkan kerajaan yang seharusnya kuwarisi tahtanya. Demi membebaskan kamu yang kucintai, Romola. Oh maaf saat ini aku harus memanggilmu Putri ya? Putri Romola.

Ya Putri, bahkan kamu tidak tahu bahwa aku juga seorang pangeran. Karena jika kamu tahu asal usulku, kamu pasti tidak akan silau menerima pinangan pangeran itu. Kamu akan sabar disisiku, menanti satu tahun berlalu. Hingga tiba saat kamu bisa menciumku, membebaskan dari kutukan. Tidak perlu kamu menikahinya untuk menjadi putri agar ciumanmu bertuah. Tidak perlu Romola. Karena sejak awal kamu adalah seorang putri bagiku.

– – –

Malam turun di istana, rembulan mati tidak bercahaya. Pangeran Theo berdiri didepan kandang, mengambil katak didalamnya. Bercakap sebentar dengan katak itu, lalu menginjaknya sampai mati.

Aku memandang adegan itu dengan penuh amarah. Oh kamu tahu kisah kutukan itu pangeran. Romola kah yang menceritakan padamu? Atau justru dia yang memintamu membunuh ku? Wujudku masih katak, tapi akal fikirku tetap manusia. Masih bisa ku peta kan semua kejadian ini.

Ketika matahari terbit esok pagi, adalah hari dimana kutukan akan berakhir. Romola harus menciumku. Jika dia tidak bersedia maka aku yang akan menciumnya. Telah kupancing katak lain datang kekandang menggantikan ku. Sementara aku akan menanti pagi dikamarmu, Romola. Tapi pemandangan yang kulihat tadi sangat keji, membuatku bersyukur tidak ada di kandang saat itu. Entah siapa manusia jahat dibalik ini. Aku tidak akan membalas dendam. Semoga matinya katak itu melegakan beban fikirmu selama ini Romola, jika kamu pernah memikirkan nya.

Pagi merambat datang, pelan kukecup bibir Romola yang pulas. Wanita yang memenuhi hati ku sejak dulu. Tidak ada yang sama lagi. Mungkin aku memang mencintamu, tapi kamu layak bahagia bersama orang yang telah kamu pilih.

Raga ku kembali manusia. Kutukan tuntas sudah. Waktu akan menyembuhkan luka, meski bekasnya mungkin tetap ada. Selamat tinggal Romola.

———

410 kata

Another point of view of this story Β» http://www.voilaminky.blogspot.com/2012/01/ada-dia-di-matamu.html


@minky_monster | they deserve some decent ending. Fate would bring them together. Settle down some missunderstanding. Someday..

Pesan moral: Ga boleh nginjek kodok. Kasian !!

Advertisements

4 thoughts on “Ada dia di mata mu

  1. πŸ˜‰ Kamu orangnya baik hati sekali,
    aku jadi merasa jahat :[
    tapi jadi semacam sekuel gini ya,
    nanti bisa ada lanjutannya, si (siapa ini namanya) balik lagi untuk mengalahkan Theo dan mendapatkan Romola kembali πŸ˜‰

    anyway, riwayat Joni berakhir ya?

  2. Joni masih ada doong, tapi karena tema nya di bawa ke arah sedih mulu jadi males nulis pake karakter Joni yang lagi lucu-lucunya itu πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s