Standard

Aku maunya kamu titik!

“Pokoknya aku maunya kamu, titik!”

“Woh woh, tenaaang Tasya. Tarik nafas. Kamu pasti salah makan.”

“Aku serius mas Joni. Aku mau mas Joni jadi pacar aku. Ga papa mas Joni belum suka aku, kita coba pacaran satu bulan. Dalam rentang itu aku yakin mas Joni menemukan yang menarik dari aku.”

“Tasya, kayanya kamu demam. Ayo aku anter pulang.”

Gadis yang kupanggil Tasya diam tertunduk. Tidak disambutnya uluran tanganku yang mengajaknya pergi. Akhirnya aku duduk lagi disebelahnya.

“Kamu kenapa ujug-ujug mau pacaran sama Aku.”

“Aku capek mas. Berkali-kali pacaran dengan pria yang terlihat baik-baik. Ternyata rusak semua. Yang matre, yang homo, yang beristri. Sekalian aja aku pacaran sama Mas Joni. Reputasinya jelas, rusak. Semua anak magang pasti pernah dipacarin Mas Joni, lalu putus ketika magang selesai. Siklusnya dua atau tiga bulanan kan. Sudah berapa tahun kerja disini, dua tahun? Berarti sedikitnya 12 anak magang pernah mas Joni pacarin. Player banget kan kamu mas? Aku jadi penasaran, lebih rusak mana kamu dibanding mantan-mantanku yang pencitraannya baik-baik. Makanya ayo pacaran, biar penasaranku hilang.”

Blaaah ! Wanita. Ada-ada saja kelakuannya. Yang matre, yang manja, yang gila diet. Yang ini, ngajak pacaran karena penasaran.

“Tasya, terima kasih sudah memilih aku. Tapi sesuai butir 1 primbon kode etik Joni si penakluk: ‘Joni adalah si Penakluk.’ Jadi aku adalah si penakluk, bukan yang ditaklukkan. Sebesar apapun usaha kamu menaklukkan aku, aku tidak akan tergoyah. Aku pria bermartabat yang tidak mudah ditaklukkan. Sekian.” Aku mengepalkan tangan, memaparkan kalimat penolakan dengan gaya seolah sedang berorasi. Tasya yang tadinya cemberut lalu tertawa melihat drama ku.

“Tuh kan mas Jon, kamu lucu. Nolak orang aja bisa lucu gini. Berbahagialah wanita-wanita yang jadi pacar kamu.”

“Ya iyalaaah, Joni gituuu. Tapi Sya, aku tidak sepenuhnya setuju kamu bilang player. Walaupun daftar mantanku panjang, aku tidak pernah mendua. Semua kujalani dengan tertib satu persatu.”

“Halah, tertib. Kamtibmas kali. Jadi beneran ga mau pacaran sama aku, mas?”

“Tidak. Bisa luntur reputasi penakluk ku.”

“Yakin?”

“100% yakin. Kecuali tiba-tiba aku menemukan sesuatu yang menarik pada diri kamu, mungkin aku bisa terguling-guling mengharap cintamu. Tapi untuk saat ini, belum ya cantik.”

– – – – – –

Itu percakapan 2 minggu lalu. Dan hari ini..

“Tasya, kamu sekarang berjilbab?” Tanyaku dengan mata tidak bisa lepas memandangnya kagum.

“Iya mas. Seperti yang aku bilang, aku capek dapat lelaki jahat. Mungkin karena dulu aku mencari ditempat yang salah, dugem, mabok, yaa gitu deh. Kalau aku yang berubah, istilahnya ‘memantaskan diri’, menjadi lebih baik, mendekatkan diri pada Tuhan, mungkin pria yang baik-baiknya akan datang.” Jawabnya lembut.

Tasyaaa aura lembutnya bisa membuatku mimisan. Aku Joni si penakluk anak magang unyu. Kisahku selalu dengan wanita seksi cantik manis. Tapi Itu untuk portofolio sarjana cinta belaka. Untuk kupajang di buku nikah, aku mau yang seperti Tasya saat ini, menutup auratnya dengan rapih.

“Aku mau nya kamu Tasya, titik.” Ucapku tak sadar, mengulang kata yang pernah di ucapkannya padaku dua minggu lalu.

“Kalau begitu buktikan mas, kejarlah aku hingga kamu berguling-guling, seperti katamu saat menolakku dulu.” Tasya berlalu sambil tersenyum.

“Tasyaaaaa…” Aku mimisan. *city hunter garis keras*

Advertisements

2 thoughts on “Aku maunya kamu titik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s