Standard

Kamu manis, kataku.

Yudita berhasil kutaklukkan. Ya, Newbie manis bin matre dan manja yang tadinya hanya mau makan di restoran mahal dan ogah berpanas duduk nungging naik CBR 150 R kebanggaanku, akhirnya klepek-klepek termakan rayuan. Naik motor hayuk, kuajak jalan kaki dia pasrah, makan bakso di pinggir jalan akhirnya mau juga. Yudita yang di awal berani-beraninya minta dibelikan bensin, akhirnya rela mendorong motor ketika kubuat motorku pura-pura mogok. Joni gitu loh -Si penakluk para anak magang unyu-.

Namun, sesuai butir 7 primbon kode etik Joni si penakluk : Kisah kasih para magang unyu ini, harus diakhiri ketika masa magang mereka berakhir. Iya dong, biarlah aku menjadi pengalaman saja bagi mereka, Pengalaman baik. Mengenal pria tampan rupawan dan baik hati seperti Joni ini, pasti berguna menjadi bekal kehidupan mereka kelak.

Hari ini datang satu anak magang baru, pengganti Yudita. Alamaaakkk yang ini cantik. imut- imut wajahnya. Sudah hampir wisuda, tapi baby face sekali seperti masih SMP. Tidak setinggi Yudita, tingginya hanya 160 cm. Yaa masih cukuplah untuk dibawa kesana kemari, tidak malu-maluin.

Namanya Fany. Ah yaa wajahmu memang funny. Kenalan, sudah. Jalan bareng, sudah. Fany ini sepertinya tidak manja. Dia nurut ketika kuajak makan gorengan di bawah jembatan depan polda metro. Sekarang tinggal menyatakan cinta.

Aku terinsinspirasi sebuah cerpen. Cerpen itu menceritakan seorang wanita yang rutin mengirimi gebetannya kue mangkok dan puisi tentang rasi bintang. Jika dirangkaikan, huruf awal nama-nama rasi bintang itu akan membentuk kata “i Love you.” hahaha unyu. Kurasa untuk gadis selucu Fany aku juga bisa menyatakan dengan cara demikian.

Tapi 8 hari mengirim kue mangkok dan membuat puisi rasanya terlalu lama, aku juga tidak paham rasi bintang. Baiklah untuk mempersingkat waktu, puisi tersebut akan merangkai kata “LOVE” saja, dan petunjuknya bukan rasi bintang. Mhmm mungkin nama hewan. Jadi mulai besok sampai dengan 4 hari, aku akan rutin meletakkan sebuah kue mangkok dan puisi tentang hewan di meja Fany. Ah Joni so romantis.

Hari ke 1. Kue mangkok manis pink dan puisi : “Aku binatang berduri.”
Hari ke 2. Kue mangkok manis ungu dan puisi: “Aku bisa bertahan hidup dalam gersangnya gurun pasir.”
Hari ke 3. Kue mangkok manis pink dan puisi : “V” (kurasa tidak ada hewan berawalan V, makanya hanya kutulis “V” saja.)
Hari ke 4. Kue mangkok manis ungu dan puisi : “Aku burung yang mampu terbang tinggi.”

nah, sore nanti aku datang ke mejanya dan menjelaskan siapa pengirim kue dan puisi itu. ihiyyyy. L andak, O nta, V, E lang. LOVE.

Sore hari.
“Hai Fany.” sapaku manis di cubiclenya ketika ruangnya sudah sepi. “Kamu sudah terima kue mangkok ku kan? sudah bisa artikan petunjuk di puisinya itu belum?”

“Oh !! Jadi Mas Jon yang kirim-kirim kue mangkok ! Mas Jon gila ya, pengen bikin aku gendut? Kemarin ajak makan gorengan, tau ga itu kalorinya berapa? Sekarang kirim-kirim kue mangkok. Aku benci !!” Cerocosnya kencang dan histeris. Aku kaget tak karuan. “Nih makan nih semua kue mangkoknya. Sana abisin biar Mas Joni aja yang gendut.”

Fany melempar kantong kertas berisi kue mangkok, dan bergegas keluar. Aku terbengong memandangnya, terbengong memandang kue mangkok.

“Kamu manis.” kataku sendu… pada kue mangkok manis.

—–

Terinspirasi salah satu cerpen @adit_adit .

Advertisements

6 thoughts on “Kamu manis, kataku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s