Standard

Tiga Babi Kecil dan Dora

Tiga babi kecil hidup dalam sebuah rumah bata yang kokoh dan hangat. Sebelumnya kakak beradik babi memiliki rumah masing-masing. Babisatu, si babi tertua hidup di rumah jerami. Kemudian Srigala jahat menghembus rumah jerami nya, Babisatu berlari pindah ke rumah kayu Babidua. Tidak lama kemudian, Srigala jahat mengetahui tempat tinggal Babisatu dan Babidua. Lalu Srigala jahat datang ke rumah kayu tersebut dan menghembusnya hingga runtuh. Babisatu dan Babidua berlarian mengetuk rumah bata Babitiga, si babi terkecil. Lalu seperti kita ketahui, Srigala jahat tidak dapat menghembus rumah bata si Babitiga. Lalu Srigala jahat memutuskan masuk ke dalam cerobong asap, yang ternyata di bawah cerobong itu sudah disiapkan satu panci besar berisi air panas. Srigala jahat terjun dari cerobong asap, masuk ke dalam panci air panas, dan kemudian mati. Tiga babi kecil pun selamat, untuk sementara waktu.

“Kenapa hanya sementara waktu, mom?”
“Karena dalam hidup, kita akan terus menghadapi cobaan nak. Cobaan yang akan mendewasakan kita.”
“Lalu cobaan apa lagi yang di hadapi Tiga babi kecil, mom?”

Satu bulan berlalu semenjak peristiwa Srigala jahat mengganggu Tiga babi kacil, mereka melewati bulan itu dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Namun pada suatu pagi, Babisatu menemukan satu sisi rumah mereka bolong. Beberapa batu bata hilang dari rumah mereka yang nyaman. Angin musim gugur pun menyeruak masuk, membuat rumah bata mereka tidak lagi hangat.

Babisatu penasaran kemana menghilangnya batu bata tersebut. Lalu dia mengajak Babidua dan Babitiga berkeliling sekitar rumah. Ternyata rubah si pencuri bersembunyi di balik semak-semak, dia mencuri 8 buah batu bata dari rumah babi kecil. Ketika persembunyiannya diketahui, rubah si pencuri langsung masuk ke pintu kemana saja dan melemparkan batu bata itu ke dalam pintu, ke dunia teletubbies. “Sekarang kalian tidak akan pernah menemukan batu bata itu lagi”, kata rubah si pencuri kepada Tiga babi kecil.

Tiga babi kecil sangat sedih, karena di dunia dongeng sudah tidak ada lagi batu bata. Mereka membayangkan tidak akan bisa hidup nyaman dengan lubang besar di rumah mereka, apalagi jika musim dingin tiba.

Ketika sedang duduk lemas membayangkan kemalangan mereka, lewatlah Dora (the explorer) dihalaman rumah tiga babi kecil.
“Hai tiga babi kecil, apakah kalian melihat rubah si pencuri lewat sini?”, tiga babi kecil mengangguk dan menceritakan kejadian yang menimpa mereka. Dora menawarkan bantuannya untuk mencari batu bata mereka yang hilang, karena Dora pun harus membawa rubah si pencuri kembali ke Dunia penjelajah agar tidak mencuri di tempat lain. Tiga babi kecil berlonjak kegirangan.

Namun Babisatu memiliki sedikit keraguan, apakah mereka bisa bertahan di perjalanan itu, karena selama ini tiga babi kecil tidak pernah pergi demikian jauh. Lalu Dora meyakinkan, bahwa perjalanan itu akan menyenangkan. Tiga babi kecil akan menemukan banyak pengalaman baru. Apalagi cuaca menuju dunia Teletubbies sedang hangat, itu lebih baik ketimbang tiga babi kecil tetap tinggal di rumah bolong yang dingin karena musim gugur. Akhirnya Babisatu setuju untuk ikut serta.

Mereka segera berangkat ke dunia Teletubbies. Menurut petunjuk peta untuk mencapai dunia Teletubbies mereka harus melewati Desa aksara, Gunung angka, dan Hutan kondor, barulah mereka mencapai dunia Teletubbies.

Tiga babi kecil dan Dora melewati Desa aksara, pengalaman melewati desa itu menjadikan mereka pintar membaca. Dunia menjadi terasa bersahabat, karena tiga babi kecil bisa membaca papan petunjuk arah dunia Teletubbies. Dengan membaca papan petunjuk, mereka bisa memperkirakan jalur paling mudah yang harus ditempuh dan berapa jauh lagi perjalanan mereka.

Setelah melewati Desa aksara, Tiga babi kecil dan Dora menuju Gunung angka. Pengalaman melewati Gunung angka menjadikan mereka pintar berhitung. Meskipun jalan mendaki dan menurun harus mereka tempuh, Tiga babi kecil justru merasa dunia menjadi lebih bersahabat lagi. Mereka sudah bisa membaca papan petunjuk arah dan sekarang mereka bisa menghitung secara tepat jarak tempuh yang masih harus dilalui.

Tiga babi kecil tersenyum gembira, tidak hentinya mereka berterimakasih pada Dora yang telah meyakinkan mereka untuk pergi. Lalu tibalah mereka di Hutan kondor. Hutan itu sangat lebat dan menyeramkan. Tiga babi kecil meyakinkan Dora untuk pulang saja, karena mereka merasa tidak bisa melewati hutan itu dengan selamat. Terlebih lagi Tiga babi kecil merasa sudah cukup mendapat pengetahuan dari Desa aksara dan Gunung angka. Tetapi Dora memberi mereka semangat untuk terus berjalan mengingat sudah 2/3 jalan mereka tempuh, rasanya sia-sia jika pulang tanpa membawa hasil yang diinginkan.

Akhirnya Tiga babi kecil masuk kedalam hutan. Mereka sudah menghapus harapan akan tiba di Dunia Teletubbies. Bagi mereka saat ini, bisa keluar dari hutan sudah cukup luar biasa bagi mereka.

Beberapa langkah mereka memasuki Hutan kondor, tiba-tiba mereka mendengar suara “ngaaak.. ngaaaak,” memekakkan telinga. Ternyata itu suara burung kondor, burung pemangsa bangkai yang sangat ditakuti.

Tiga babi kecil sangat ketakutan. Dora terus berjalan tenang, “teman-teman, kirimlah pikiran positif kepada sekeliling kita. Maka semesta akan membantu mewujudkan pikiran itu,” Kata Dora kepada tiga teman kecilnya. Maka Tiga babi kecil memikirkan hal-hal positif, mereka membayangkan akan bisa melewati hutan itu dengan cepat tanpa gangguan apapun.

Lalu tiba-tiba sekelebat burung kondor terbang rendah diatas mereka dan akhirnya berhenti didepan mereka. Duduk diatas burung itu adalah Yoko, ahli pedang sakti bertangan satu penakluk burung kondor. “teman-teman kecil, aku tahu apa yang ada dibenak kalian. Izinkan aku dan sahabat-sahabatku membantu kalian.” Kata Yoko kepada Tiga babi kecil dan Dora. Lalu muncul dua burung kondor lain di depan mereka. Yoko meminta rombongan untuk naik ke atas burung. Burung kondor mengantar mereka melintasi hutan, menuju dunia Teletubbies.

Tiga babi kecil dan Dora sangat girang. Mereka mendapat pengalaman seru naik burung kondor, dan bisa mencapai dunia Teletubbies dengan sangat cepat. Mereka mengucapkan terimakasih berkali-kali kepada Yoko dan kawanan burung kondor. Lalu Yoko pun berlalu.

Dunia teletubbies adalah dunia yang sangat menyenangkan. Tiga babi kecil bertemu dengan tingkiwingki, dipsi, lala dan po. Mereka bernyanyi dan menari, sembari mencari batu bata mereka yang hilang. Akhirnya mereka bisa menemukan batu bata itu, juga rubah si pencuri. Pencarian mereka selesai. Tiga babi kecil dan Dora menemukan hal yang mereka cari.

Tiga babi kecil dan Dora mengucapkan terimakasih dan salam perpisahan kepada Teletubbies. Kemudian Tiga babi kecil dan Dora berpisah karena jalan menuju Dunia penjelajah berbeda dengan jalan ke dunia dongeng.

Tiga babi kecil berjalan pulang menuju dunia mereka. Mereka tahu jalan pulang mungkin tidak sama dengan jalan berangkat, namun pengalaman telah membuat mereka menjadi cukup bijak untuk memaklumi bahwa apapun yang mereka temukan pasti akan membawa pelajaran dan kebijaksanaan baru bagi mereka.

————

Anak kecil didepanku sudah tertidur. Dongengku malam ini agak panjang ternyata. Tidurlah nak yang nyenyak dipangkuan bunda, sebelum akhirnya kamu mengepakkan sayapmu melihat dunia yang lebih luas lagi. Rumah ini mempersiapkan sayapmu agar kuat mengepak. Mungkin kelak akan kau temui hal-hal menyakitkan yang membuatmu ingin berhenti terbang, tapi percayalah nak, sayap yang sudah kuat itu mampu menahan luka apapun. Tabahlah, maka luka itu akan sembuh dan engkau akan lebih kuat. Aku, mungkin tidak selamanya bisa menemanimu.

————

Eagle fly, chicken stay.
*read it somewhere*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s