Standard

hal terjauh di dunia

17 Agustus 2006

“Kamu tidak memperjuangkan ku”. Kataku menatapmu penuh benci.

Kamu mendekapku erat, sangat erat hingga sulit aku bernafas. Kurasakan air mata mu jatuh dipunggungku.

“Iqan, sedemikian besar cintaku kepadamu, biar hanya Tuhan yang tahu. Aku tidak peduli setelah ini kamu anggap pengecut karena tidak memperjuangkan kamu, memperjuangkan cintaku kepadamu.”

“Aku akan maju dengan gagah berani, melindungimu ketika orang sekeliling mencemooh perbedaan usia 15 tahun antara aku dan kamu.”

“Aku akan maju dengan gagah berani meyakinkan orangtuamu bahwa meskipun aku pernah menikah, kegagalan itu telah menjadi pelajaran berharga bagiku, untuk menjadi kepala keluarga yang lebih baik ketika bersamamu.”

“Aku akan maju dengan gagah berani, meyakinkan orangtuamu bahwa kewajibanku menghidupi kedua putri dari pernikahanku dahulu tidak akan menjadikan kamu prioritas akhir yang lalu menelantarkanmu.”

“Aku bisa lakukan itu semua iqan, aku bisa.”

“Yang aku lakukan saat ini adalah hasil perenunganku lama sekali. Aku bisa seegois itu, atas nama memperjuangkan cinta. Tapi aku tidak bisa membiarkan kamu, orang yang aku sayang, kehilangan kesempatan menjadi ibu. Menjadi ibu kandung.”

“Kamu tahu kisah vasektomiku, jika aku terus memperjuangkan cerita kita, sama artinya aku mengambil kesempatanmu bahagia. Aku mengambil kesempatanmu merasakan peristiwa mengandung, perasaan melahirkan, menyusui, merawat anakmu dari hanya sepanjang tanganmu hingga akhirnya kamu tak kuat lagi menggendongnya. Aku tidak bisa iqan. Panggilah aku pengecut, tak apa untukku. Yang terpenting bagiku adalah kamu bahagia, bisa merasakan menjadi wanita seutuhnya. Kamu layak iqan, dengan hanya melihatmu sejak pertama, aku langsung tahu bahwa kamu akan menjadi ibu yang baik. Jangan sia-siakan hanya demi aku yang tidak seberharga itu. Berbahagialah iqan, berbahagialah, kamu layak bahagia, wanita tercinta ku”.

Dekapanmu semakin erat. Tangisku menggugu. Kamu lelaki dalam hidupku. Mengenalmu menjadikan perjalanan hidupku maju 15tahun dari umurku sesungguhnya. Banyak kebijaksanaan kau tunjukkan kepadaku, hikmah perjalanan hidupmu yang lebih dulu 15 tahun dariku. Lelaki yang kucintai.

———–

19 Agustus 2006

Kamu ada disana, dalam antrian tamu yang hendak memberi selamat. Tiba waktumu menyalami lelaki disebelahku. Kucoba mencari rona wajahmu, emosi apa bergejolak diwajahmu, sedihkah, marahkah, tapi tidak dapat kuterjemahkan wajah itu. Kamu menyalamiku, memberi ucapan selamat untukku, sambil berucap semoga pernikahanku bahagia. Aku hendak menghambur dalam pelukanmu, tapi tekanan dalam genggamanmu mengatakan bahwa akal sehat ku harus kupergunakan.

Kamu berlalu, aku memandang punggungmu. Lalu kulihat wajahmu sekilas, menyeka air mata mu. Kudoakan kebahagiaan untukmu juga, sayang.

—————-

MASA LALU | hal PALING JAUH dari diri kita di dunia ini. siapapun, bagaimanapun, betapa kayapun, tetap TIDAK bisa kembali ke masa lalu. (Read it somewhere)

———

benton junction, 17 Agustus 2011. Ketika aku datang, menyusuri jalan memori

Advertisements

6 thoughts on “hal terjauh di dunia

    • Hehehe jangan dibayangin, dijalanin ajaaa.. 😥 (note to self). Yg sedih gitu klo masih ada urusan yg blm slesai sm mantan kali ya. Klo mantan2 yg nyebelin sih ga usah diundang kali ya, atau diundang utk tujuan pamer huehehe *evil inside my head*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s